24 C
Makassar
Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Edukasi Relawan Tanggapi Rekor Baru Kasus Penularan Covid-19 di Indonesia

Relawan Tanggapi Rekor Baru Kasus Penularan Covid-19 di Indonesia

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kasus penularan Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tren menurun. Bahkan kasus penularan terus merajalela. Sejumlah pihak menilai, oenularan Covid sudah memasuki gelombang kedua.

Sebab, awalnya memang sempat mereda, tetapi akhir-akhur ini kembali meningkat. Tren peningkatan bisa dilihat berdasarkan data harian satgas Covid. Untuk hari ini, Kamis (14/1/2021), kasus bertambah 11.557 orang. Sehingga total mencapai 869.600 orang.

Kasus hari ini memecahkan rekor sebelumnya. Padahal baru kemarin rekor tercipta dengan penambahan 11.278 orang.

Kasus terbanyak didapati di Jakarta. Dengan penambahan 3.165 orang dalam 24 jam. Diikuti Jawa Barat (2.201) dan Jawa Tengah (1.497).

Sementara untuk Sulawesi Selatan sendiri, per hari ini jumlah oenularan tembus di angka 640 kasus, dengan kota Makassar menjadi sentral dan kontributor terbanyak, dengan 392 kasus.

Menanggapi hal ini, relawan kemanusiaan Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Zakir Sabara H Wata, meminta agar semua pihak tetap mawas diri dalam melaksanakan aktivitas segari-hari.

Meskipun hari ini proses penyuntikan vaksin di Sulawesi Selatan sudah dilajukan, tetapi Zakir menilai hal itu tidakserta-merta menjamin kesrlamatan kita dari serangan Covid-19.

“Vaksinasi yang dilakukan mulai hari ini di Sulawesi Selatan bukan jaminan penyebaran Covid-19 akan berakhir, juga bukan berarti kita semua sudah tidak perlu lagi mawas diri dan waspada, apalagi abai terhadap keselamatan diri dan keselamatan orang lain,” buka Zakir kepada Sulselekspres.com.

Zakir menilai, efektivitas kerja vaksin baru bisa duketahui dalam beberapa hari kedepan. Dengan begitu, sejumlah upaya harus tetap dilakukan untuk mencegah dan menekan angka penularan.

Dengan begitu, proses identifikasi harus tetap dilakukan agar pemerintah dan semua pihak bisa melakukan tindakan lebih lanjut.

“Efektifitas atas kehadiran vaksin akan teruji beberapa waktu yang akan datang. Olehnya, kita semua, terutama kepada Satgas Covid-19 tetap harus menjalankan strategi 3T (testing, tracing, treatment).”

“Dan bagi seluruh warga masyarakat harus tetap disiplin 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Untuk tempat atau gedung yang masih menjalankan aktifitas, perlu segera berbenah agar terhindar dari klaster perkantoran dengan menerapkan protokol Ventilasi-Durasi-Jarak (VDJ) yang ketat,” lanjutnya.

Lebih jauh Dekan FTI UMI itu mengatakan, upaya pencegahan tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Sebab, jika hanya pemerintah yang bertindak tanpa ada dukungan dari masyarakat, maka hasilnya juga bakal nihil.

Zakir berharap, masyarakat bisa ambil bagian dan pro aktif dalam memerangi penularan Covid-19. Setidaknya, penerapan protokol kesehatan harus dimaksimalkan.

“Efektivitas pencegahan sangat bergantung pada kedisipilinan masyarakat. Kita semua diharapkan dapat menerapkan protokol 3T, 3M, dan VDJ dalam kehidupan sehari-hari. VDJ penting diingatkan karena sebagian besar masih abai dan belum berubah.”

Selain penerapan protap Covid-19 yang ketat, peningkatan imun tubuh juga harus tetap dilakukan. Hal ini bisa menjadi penunjang kekebalan tubuh untuk melawan virus asal kota Wuhan, Cina, tersebut.

“Selain itu, perlu kita Imbangi juga dengan gaya hidup sehat yang mampu memperkuat imun tubuh, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, meminum suplemen tambahan sesuai anjuran dokter, merencanakan jadwal olahraga rutin, istirahat dan tidur cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.”

“Mari bagun kesadaran dan kepedulian untuk kesehatan dan keamanan bersama,” tutup Zakir.

Headline