31 C
Makassar
Minggu, September 25, 2022
BerandaHeadlineRizal Ramli Kritik Pertamina, Singgung Utang Budi Jokowi ke Ahok

Rizal Ramli Kritik Pertamina, Singgung Utang Budi Jokowi ke Ahok

Penulis(*)
- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Ekonom senior Rizal Ramli mengkritik kinerja BUMN khususnya Pertamina dimasa kepemimpinan Presiden Jokowi.

Kritik ini dia sampaikan ditengah wacana akan adanya kenaikan harga harga BBM. Isu akan adanya perubahan harga BBM bersubsidi seperti pertalite dan solar sudah dibicarakan di istana oleh sejumlah mentri.

Rizal Ramli menganggap Pertamina tidak efisien. Dia kemudian menyinggung posisi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina yang dinilainya gagal menurunkan cost.

BACA JUGA :  La Nyalla Tantang Prabowo Pimpin Salat dan Baca Al-Fatihah

Mayoritas BUMN tidak effisien. Pertamina, pasarnya oligopolistik, sangat tidak effisien (ineffisiensi 20%). Ahok cuman Gede Bacot tak lakukan langkah besar utk turunkan cost.” kata Rizal Ramli melalui cuitannya di Twitter, (26/8/2022).

Dia meminta agar adanya pergantian manajemen dari Pertamina. Rizal menyebut kalau Presiden Jokowi merasa ada utang budi sehingga tetap mempertahankan Ahok.

Managemen Pertamina harus dikocok-ulang. Jangan hanya demi utang budi Jkw sama Ahok !” katanya lagi.

BACA JUGA :  Jokowi Terjang Hujan, Rocky Gerung: Untung Tidak Ada Petir

Rizal juga mengungkit keberhasilannya menaikkan keuntungan saat menjabat sebagai Presiden Komisaris (Preskom) Semen Gresik Grup. Termasuk menaikkan keuntungan di BNI.

Ketika RR jadi Preskom Semen Gresik Grup, dalam 2,5 tahun naikkan keuntungan 400% dari Rp800M jadi 3,2 T, terutama krn tekan cost produksi $8/ton, biaya bunga, effisiensi marketing. Waktu RR Preskom BNI, kerjasama bagus dgn Dirut Baiquni, naikkan keuntungan 87% dalam 1 tahun !” ujar dia.

BACA JUGA :  Bersama Rocky Gerung, Syahganda: Anies Dicintai Rakyat

Seperti banyak diberitakan, belakangan ini PT Pertamina (Persero) tengah menjadi sorotan publik lantaran beredarnya isu kenaikan harga BBM bersubsidi.

Presiden Jokowi sendiri sudah memberikan keterangan dengan menyebut kalau kenaikan harga BBM subsidi menyangkut hajat hidup orang banyak. Sehingga dia meminta hal ini diputuskan secara hati-hati.

(*)

spot_img

Headline