25 C
Makassar
Sabtu, Oktober 1, 2022
BerandaHeadlineWartawan Dibentak di Sidang Ferdy Sambo, Jhon Sitorus: Sidang Etik Miskin Etika

Wartawan Dibentak di Sidang Ferdy Sambo, Jhon Sitorus: Sidang Etik Miskin Etika

Penulis(*)
- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Seorang oknum Brimob bersenjata lengkap sempat membentak wartawan saat ingin meliput sidang etik Irjen Ferdy Sambo di gedung TNCC Polri Jakarta, 25 Agustus, kemarin.

Bentakan ini kemudian memantik reaksi dari pegiat media sosial Jhon Sitorus. Jhon melalui akun Twitternya @miduk17 menganggap tindakan oknum Brimob tersebut memalukan.

Jhon mengatakan, bentakan demikian tidak keren dan justru hanya memperlihatkan miskin etika saat sidang etik akan dilakukan.

BACA JUGA :  Karena Cuitan Persekusi, Wartawan Ini Kehilangan Pekerjaan

Tadinya saya sudah senang akhirnya sidang etik Polri memecat Ferdy Sambo. Ehh…ada pula BERSENJATA lengkap MEMBENTAK wartawan. MISKIN etika di sidang kode etik itu GA KEREN BANGET. MEMALUKAN,” tulis Jhon melalui akun Twitternya, (26/8/2022).

Memaki seragam dan senjata lengkap saat suasana jelang sidang juga disebutnya tidak memiliki urgensi.

Lagian apa URGENSINYA bersenjata lengkap saat sidang kode etik? Mau BERPERANG? siapa yang mau DIPERANGI? Wartawan? Segitu ga berkompetennya kah juru bicara Polri sehingga harus berpakaian perang?” katanya.

BACA JUGA :  Prabowo Amuk Wartawan dan Media: Jangan Hormati Mereka

Mabes Polri melalui Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo sendiri sudah menyampaikan permintaan maaf terbuka terkait aksi personel Brimob yang membentak wartawan saat hendak meliput.

“Saya sebagai Kadiv Humas, pertama kali menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya para rekan media. Mungkin di dalam peliputan sidang KKEP hari ini ada hal yang kurang berkenan atau ada hal yang membuat rekan rekan tidak nyaman,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (26/8) seperti dilansir dari CNNIndonesia.

Diketahui, Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap mantan Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo. Ferdy dianggap bertanggung jawab terkait kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

(*)

spot_img

Headline