24 C
Makassar
Sabtu, Desember 3, 2022
BerandaNasionalRizal Ramli Singgung Partai Milik Keluarga, Sindir Demokrat?

Rizal Ramli Singgung Partai Milik Keluarga, Sindir Demokrat?

Penulis(*)
- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Tokoh politik senior Rizal Ramli kembali menyinggung soal partai politik yang dikelolah tidak demokratis.

Rizal sendiri tidak secara spesifik menyebut partai yang dia maksudkan tidak demokratis. Namun partai ini disebutnya dijadikan layaknya sebagai partai keluarga.

Pernyataan Rizal ini sendiri dia sampaikan ditengah ramainya soal konflik internal partai Demokrat. Dimana sejumlah kader partai ini berupaya mengambil alih Demokrat dari kekuasaan keluarga SBY.

Menurut dia, selama ini demokratisasi hanya diperjuangkan ditingkat eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Namun ada hal yang luput yakni perjuangan demokratisasi dari internal partai politik.

“Sejak dulu kita selalu memperjuangkan demokratisasi dalam konteks Negara (Eksekutif, Legislatif dan Judikatif) dan masyarakat. Tapi kita lupa memperjuangkan demokratisasi internal partai, yg nepotis, feudal, dan tidak demokratis, bagaikan milik keluarga. Itu harus diubah !” kata Rizal Ramli melalui akun Twitternya, (8/3/2021).

Cuitan serupa juga pernah disampaikan Rizal Ramli. Dia menganggap kalau partai keluarga akan sulit mendapat loyalitas dari kadernya.

“Kebanyakan Partai2 dikelola tidak demokratis, bagaikan partai keluarga (CV, bukan PT, apalagi demokratis). Oligarki itu diperkuat dgn aturan Ketum bisa recall anggota DPR (harusnya yg recall pemilih). Partai keluarga sulit untuk mendapatkan loyalitas tanpa fulus. Quo vadis ?” ujar dia.

Diketahui, kisruh internal Partai Demokrat terus bergulir usai digelarnya KLB oleh sekelompok kader. Hasil KLB ini menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum baru menggantikan posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

BACA JUGA :  Kader Demokrat Siap Bersaing di Tiga Kota Ini

Salah satu alasan digelarnya KLB ini karena menganggap Demokrat sudah tidak demokratis dan menjadi partai keluarga. Kepemimpinan AHY digugat dan berupaya digantikan ditengah jalan.

(*)

spot_img

Headline

Populer