24 C
Makassar
Rabu, Januari 19, 2022
BerandaNasionalRocky Gerung Ingin Jadi Saksi Ahli Said Didu: Biar Ramai

Rocky Gerung Ingin Jadi Saksi Ahli Said Didu: Biar Ramai

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pengamat Politik Rocky Gerung mengungkapkan kesiapannya untuk menjadi saksi ahli sahabatnya, Said Didu yang tengah berkasus dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Bagi Rocky, apa yang disampaikan Said Didu adalah kritik sebagai wujud dari kebebasan berpendapat. Sehingga kritiknya tersebut tidak seharusnya berujung pada kepolisian.

“Saya mendukung prinsip kebebasan berpendapat, sebab selain Said Didu banyak juga orang yang kena,” kata Rocky Gerung,” kata Rocky Gerung dalam video Youtube dichannel pribadinya, Senin, (4/5/2020).

Baca: Prediksi Rocky Gerung Meleset, LBP Tetap Proses Hukum Said Didu

Kritik, kata Rocky, adalah sebuah vitamin dalam negara demokrasi. Dia menganggap kalau kasus Said Didu adalah pesanan dan ingin di kriminalisasi.

“Yang kena Said Didu karena dianggap sebagai orang yang tidak mau berhenti mulutnya mengucapkan kritik. Padahal yang diucapkan Said Didu adalah vitamin untuk demokrasi,” katanya.

“Mungkin ada tambahan pesanan untuk dikriminalisasi. Saya tidak tahu dari mana. Ini satu paket kecemasan rezim terhadap para kritikus,” tambah mantan Dosen UI tersebut.

Baca: Rocky Gerung Kritik Jokowi Bagi Sembako: Pencitraan Lebih Gila

Rocky kemudian mengungkapkan keinginannya untuk menjadi saksi ahli jika kasus Said Didu berlanjut di Pengadilan. “Mudah-mudahan saya dipanggil saksi ahli, biar ramai juga,” katanya lagi.

Rocky juga menyoroti khusus keterlibatan mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI), Patra M Zen yang menjadi salah satu kuasa hukum LBP. Sebagai seorang senior, Rocky mengaku ingin kembali memberikan kuliah kepada Patra, tentang hak asasi manusia dan soal kebebasan mengajukan pendapat.

“Kalau saya jadi saksi ahli saya akan kuliah si pengacara itu bahwa ngga begitu saya ajarin dulu pada kalian, teori hak asasi manusia, mempertahankan kebebasan pikiran,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mantan Napi, Rocky Gerung Anggap Ahok Tak Layak Pimpin Pertamina

“Kalai si Patra tidak mengerti soal hak asasi manusia ini adalah tragedi. Kalau si Patra disuruh membela kasus ini berarti ini ironi. Tapi saya anggap kasus ini adalah komedi,” pungkasnya.

(*)

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6