23 C
Makassar
Kamis, Oktober 29, 2020
Beranda Nasional Rocky Gerung: Istana Kehilangan Mantra Penolak Bala

Rocky Gerung: Istana Kehilangan Mantra Penolak Bala

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Tokoh oposisi Rocky Gerung menyebut rezim pemerintahan sudah frustasi sehingga menangkap sejumlah tokoh dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Menurut dia, istana sudah kehilangan mantra penolak bala. Tidak bisa lagi membendung protes dari berbagai elemen atas kebijakan yang telah dibuat.

“Semakin frustasi rezim semakin dia cari cara menandingi oposisi. Istana itu kehilangan mantra penolak bala,” kata Rocky Gerung dalam video podcast yang tayang di channel Youtube Rocky Gerung Official, (16/10/2020).

Dalam video tersebut, Rocky Gerung juga menyebut bahwa penangkapan sejumlah tokoh KAMI hanya sebagai upaya menakut-nakuti Gatot Nurmantyo.

“Kemudian beberapa deklarator KAMI ditangkap dengan maksud menakut-nakuti Nurmantyo,” kata Rocky Gerung.

Rocky sendiri merasa Gatot tidak akan takut dengan upaya tersebut. Sebaliknya, dia menyebut kalau mantan Panglima TNI tersebut hanya menganggap sebagai hiburan dan menertawakan.

“Gatot Nurmantyo kalau soal takut tidak takut, dia diuji sebagai militer. Gatot menganggap ini hiburan saja, gatot tidak merasa ini penting ditanggapi. Pasti dia tanggapi dengan ketawa-ketawa,” katanya.

Seperti diketahui, sedikitnya sudah ada Delapan tokoh dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah ditangkap. Bahkan beberapa diantaranya sudah dinyatakan tersangka.

Gatot sendiri menyesalkan atas penangkapan yang dilakukan Mabes Polri. Dia menganggap penangkapan aktivis KAMI tersebut sebagai tindakan represif kepolisian.

“KAMI menyesalkan dan memprotes penangkapan tersebut sebagai tindakan represif dan tidak mencerminkan fungsi Polri sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” kata Gatot dikutip dari Kompas.

Dia mengatakan, penangkapan tersebut aneh dan tidak lazim. Gatot menganggap Polri telah menyalahi prosedur.

“Jika dikaitkan dengan KUHAP Pasal 17 tentang perlu adanya minimal dua barang bukti, dan UU ITE Pasal 45 terkait frasa ‘dapat menimbulkan’ maka penangkapan para tokoh KAMI patut diyakini mengandung tujuan politis,” pungkasnya.

(*)

Penulis(*)

Headline

Anak Didiknya Dipanggil Timnas, Ini Komentar Pelatih Akademi PSM

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM - Pelatih akademi PSM Makassar, Muhammad Irfan Rahman, mengaku sangat bahagia ada anak didiknya yang kembali dipanggil oleh tim nasional Indonesia. Ia mengaku,...

3 Pemain U-16 PSM Juga Dipanggil Seleksi Garuda Select III

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM - Pihak Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja menyampaikan surat permintaan pemain akademi PSM Makassar untuk mengikuti seleksi Garuda Select III. Dua pemain akademi...

Dua Pemain Akademi PSM Dipanggil Seleksi Garuda Select III

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM - Pihak asosiasi Sepakbola tertinggi Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) kembali memanggil dua pemain muda PSM Makassar untuk mengikuti tahap seleksi di tim...

PW-KKT Jeneponto Kaltim Segera Dilantik

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM - Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (PP-KKT) Jeneponto bersama Perwakilan Pengurus Wilayah dan Panitia KKTJ Kaltim, menggelar rapat persiapan pelantikan. Rencananya, pelantikan pengurus...