32 C
Makassar
Senin, Desember 5, 2022
BerandaNasionalRocky Gerung ke Ngabalin: Ngapain Laporin Orang Dungu

Rocky Gerung ke Ngabalin: Ngapain Laporin Orang Dungu

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin soal ‘apa-apa orang Jawa’ mendapat respon dari Rocky Gerung.

Menurut Rocky, pernyataan Ngabalin demikian sama saja dengan pernyataan Edy Mulyadi yang saat ini tengah berproses hukum. Namun Rocky mengaku tidak sepakat jika Ngabalin juga dilaporkan seperti halnya Edy Mulyadi.

“Orang Jawa tidak akan melaporkan orang dungu.” kata Rocky Gerung dalam video yang tayang di Rocky Gerung Official, (2/2/2022).

Rocky mengatakan, melaporkan Ngabalin tidak ada gunanya. Terlebih karena pernyataan Ngabalin demikian tidak dia sampaikan dari sebuah proses analisis.

“Kalau Ali Mochtar Ngabalin yang ngomong kita anggap saja ngga bakal diproses. Juga tidak ada gunanya ngelaporin Ngabalin.” katanya.

BACA JUGA :  Dinilai Kebablasan, Ali Muchtar Ngabalin Dikritik

Apa yang disampaikan Ngabalin soal ‘apa-apa orang Jawa’ hanya kesalahan narasi sehingga tidak perlu dilaporkan.

Dalam video ini, Rocky juga kembali mengkritik keras pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Dia menganggap kalau hal ini hanya akan kian memecah belah bangsa.

“Semua hal soal ibu kota ini sudah memecah belah bangsa. Itu mesti kita terangkan pada pak Jokowi. Anda mau pindahkan ibu kota, sementara ibu negeri tidak setuju,” ujar dia.

Seperti diberitakan, Ngabalin sebelumnya menyatakan kalau pemindahan ibu kota negara adalah bukti pemerintah serius memeratakan pembangunan, agar tidak terpusat di Pulau Jawa.

BACA JUGA :  Ali Ngabalin: Ada Misi Kenabian Diemban Erick Thohir

“Gagasan pertama dan utama dari pemindahan IKN ini adalah agar indonesia tidak menjadi Jawa sentris,” kata Ali Ngabalin.

Istilah Jawa sentris yang banyak dikeluhkan saat ini akan terputus dengan adanya pemindahan ibu kota.

“Dengan pemindahan IKN ini, perputaran APBN, alokasi keuangan, dan kebijakan yang tadinya berpusat di Pulau Jawa, dapat bergeser dan merata ke Pulau di luar Jawa. Ini akan memutus mata rantai apa-apa orang Jawa,” pungkasnya.

(*)

spot_img

Headline

Populer