RSUD Labuang Baji Tolak Pasien Miskin, Komnas Anak: Sangat Keji

“Oleh sebab itu, penolakan Ardiansyah sebagai pasien anak miskin untuk mendapat perawatan kesehatan yang maksimal dari RS Labuang Baji, pengelolah dan yang bertanggungjawab atas nama RS Labuang Baji dapat dikenakan tindak pidana dengan ancaman pasal berlapis dengan ancaman hukuman 12 tahun pidana penjara,” jelas Arist Merdeka.

RSUD Labuang Baji.(Int)

Lebih lanjut atas kejadian penolakan ini dan atas dasar ketentuan pasal 36 junto pasal  85 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyatakan bahwa dalam keadaan darurat fasilitas pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta wajib memberikan pelayanan kesehatan pada bencana bagi penyelamatan nyawa pasien dan pencegahan kecacatan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang menolak pasien atau meminta uang muka terlebih dulu dari pasien sesungguh tidak dibenarkan atas apapun alasannya.

Komnas Perlindungan Anak kata Arist sebagai lembaga pelaksana tugas dan fungsi keorganisasian dari Perkumpulan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Pusat yang memberikan pelayanan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia mendesak  Gubernur Sulawesi Selatan untuk memberhentikan dari tugasnya sebagai direktur RS Labuang Baji.

Dan untuk bertanggungjawab secara hukum dan mendorong kepala  Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan  untuk segera mengevakuasi Ardiansyah ke Rumah Sakit yang lebih baik untuk mendapat pelayanan kesehatan yang memadai dan akan membantu keluarga Ardiansyah melakukan gugatan hukum.

Mengingat penolakan Ardiansyah sebagai anak untuk mendapat pelayanan kesehatan dari RS Labuang Baji merupakan tragedi atas kemanusiaan dan penghinaan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan serta pelecehan terhadap anak sebagai amanah dan titipan Allah.

“Komnas Anak sebutan lain dari Komnas Perlindungan Anak mendesak Polres setempat untuk segera melakukan pemeriksaan kepada direktur RSUD Labuan Baji dan kepada para pekerja medis yang menolak sengaja Ardiansyah,” demikian ditambahkan Arist.

BACA JUGA :  Kejahatan Seksual "Geng Rape" Terulang Lagi di Bengkulu

Untuk memantau perkembangan kasus ini, imbuh Arist, Komnas Anak juga akan menurunkan Quick Investigator Vuluntary Komnas Anak untuk melakukan koordinasi dengan aparat pemerintah dan aparatus penegak hukum di Sulawesi Selatan, dan segera bertulis surat kepada Gubernur Sulawesi Selatan.

Saat Muhammad Adriansyah Ditolak RSUD Labuang Baji

Berikutnya…