26 C
Makassar
Rabu, Januari 20, 2021
Beranda Metropolis Rudianto Lallo Batal Divaksin Covid-19

Rudianto Lallo Batal Divaksin Covid-19

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar, Rudianto Lallo, menjadi satu dari sederet orang yang gagal menerima suntikan vaksin Covid-19 di kota Makassar.

Awalnya, Rudianto Lallo dijadwalkan menerima suntikan vaksin pagi tadi di Puskesmas Makkasau, kota Makassar, bersama dengan sejumlah petinggi jajaran Pemkot Makassar, Kepolisian, dan sejumlah figur pimpinan lainnya.

Akan tetapi, dirinya terpaksa harus urung divaksin karena tidak lulus kriteria penerima vaksin. Hal ini diketahui setelah politisi partai Nasdem itu menjalani pemeriksaan kesehatan jelang disuntik vaksin.

Hasilnya, Rudi ternyata memiliki penyakit Hipotermia alias darah tinggi, sehingga dirinya secara otomatis tidak bisa menerima vaksin Sinovac yang dipercaya bisa menghindarkan masyarakat dari penularan Covid-19.

“Kalau saya tadi, setelah diperiksa oleh dokter, ternyata tidak memenuhi syarat. Karena darah saya 149 per-90, jadi dinyatakan hipertensi, karena normalnya cuma 120,” ujar Rudi, Kamis (14/1/2020).

“Intinya saya sudah datang dan mengikuti seluruh tahapan, hanya saja belum dinyatakan lolos,” jelasnya.

Meski begitu, Rudi berharap bisa menerima suntikan vaksin pada tahap selanjutnya. Mengingat, vaksin ini memang dinilai sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan terhindar dari Covid-19.

“Mudah-mudahan besok bisa normal kembali, sehingga saya bisa ikut,” jelasnya.

Selain Rudi, ada 9 nama lain yang juga tidak memenuhi syarat, sehingga gagal menerima suntikan vaksin. Hal ini ditegaskan oleh pelaksana tugas Kepala Dinas Keaehatan kota Makassar, Agus Djaja Said.

Menurutnya, awalnya ada 32 orang yang diundang untuk mengikuti proses penyuntikan vaksin ini. Akan tetapi, hanya 21 nama saja yang terdaftar (hadir) dan 11 nama saja yang dinyatakan lolos.

“Ada beberapa faktor, ada karena tekanan darah, dan saat screening itu ada 16 pertanyaan, dan jika ada yang tidak sesuai maka akan ditunda, atau tidak diberikan sama sekali. Jadi intinya kejujuran,” terangnya.

Selain ketua DPRD Makassar, Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Makassar juga tidak memenuhi syarat.

“Kalau pak Ketua (DPRD) sama pak Sekda itu tekanannya tinggi, memang sebelum divaksin dilakukan dulu pemeriksaan,” tutupnya.

- Advertisement -

Headline