32 C
Makassar
Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaMetropolisSatgas Covid-19 Rilis Makassar Keluar Zona Orange

Satgas Covid-19 Rilis Makassar Keluar Zona Orange

- Advertisement -

MAKASSAR,SULSELEKSPRES.COM – Satgas Covid-19 Sulsel merilis Kota Makassar telah keluar dari zona oranye menjadi zona kuning yang berarti masuk pada kategori wilayah risiko rendah terhadap penyebaran Covid-19.

Salah satu tim Satgas Covid-19 Sulsel Husny Thamrin mengatakan, terjadi penurunan angka kasus dan peningkatan angka kesembuhan.

Hal ini sekaligus mencatatkan bahwa daerah zona oranye di Sulsel berkurang. Saat ini wilayah zona oranye Sulsel tersisa Kabupaten Luwu Timur dan Tana Toraja. Sedangkan 22 kabupaten lainnya telah berada di zona oranye.

“Alhamdulillah, bahkan Kota Makassar kini telah berada di zona risiko rendah,” ujar Husny, Senin (20/9).

Sementara Ketua Makassar Recover dr Iriani mengaku sangat bersyukur atas perubahan zonasi Makassar yang lebih baik terhadap penularan dan penyebaran Covid-19. “Kalau sudah ada penyampaian dari provinsi artinya memang seperti itu. Karena memang dalam dua pekan terakhir, angka kasus telah di bawah 100 kasus positif,” ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Sulsel hingga 18 September, penambahan kasus Covid-19 sebanyak 96 orang dari total spesimen yang diperiksa yakni 5.223 pasien. Sedangkan tren kesembuhan pasien Covid-19 semakin menggembirakan, yakni bertambah 225 orang, sedangkan kematian hanya satu orang.

Iriani mengatakan, Pemkot Makassar tengah melakukan kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin dalam hal menggencarkan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) dan 5M di tengah masyarakat. “Kerja sama ini sudah pernah sebelumnya tapi sempat terputus dan sekarang lanjut lagi, Alhamdulillah karena perhatian semua stakeholder, termasuk Unhas ikut membantu,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot Makassar sudah melatih relawan terkait dengan tracing dan testing, jadi semakin banyak SDM yang bisa dikaryakan untuk melakukan 3T itu. “Jadi memang alhamdulillah makin banyak tenaga yang bisa dikaryakan untuk pelacakan 3T itu, karena yang penting 5M 3T, tracing, testing dan treatment. Kalau treatment berat tentu ke rumah sakit,” kata Iriani menjelaskan.

BACA JUGA :  Gugus Tugas Covid-19 Segera Beralih Jadi Satgas
BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.230,8
EUR
16.574,3
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.428,8
SGD
10.556,7