25 C
Makassar
Kamis, Januari 27, 2022
BerandaMetropolisSejarah Hubungan Australia Utara-Makassar, Konjen Australia-Rumata’ Artspace Gelar NAIDOC Week

Sejarah Hubungan Australia Utara-Makassar, Konjen Australia-Rumata’ Artspace Gelar NAIDOC Week

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Konsulat Jenderal Australia di Makassar dan Rumata’ Artspace menyelenggarakan NAIDOC Week 2020 untuk merayakan hubungan historis antara pencari teripang dari Makassar dengan masyarakat Yolŋu di Arnhem Land Australia Utara melalui diskusi webinar dan pameran virtual.

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Bronwyn Robbins, mengatakan event ini merupakan kesempatan bagi masyarakat Makassar untuk mengetahui lebih jauh dan lebih dalam tentang hubungan sejarah antara Australia Utara dan Sulawesi Selatan.

“Setiap tahun, NAIDOC Week dirayakan di seluruh Australia dan di beberapa tempat di belahan dunia untuk menghormati sejarah, budaya, dan prestasi penduduk suku asli Australia. Tahun ini, NAIDOC Week 2020 mengangkat tema ‘Always Was, Always Will Be’, sebuah pengakuan dan apresiasi kepada penduduk Aborigin dan penduduk asli Kepulauan Selat Torres yang telah menduduki dan merawat benua Australia selama lebih dari 65.000 tahun,” kata Konsul-Jenderal Australia, Bronwyn Robbins.

Webinar nanti akan membahas sejarah Makassar-Yolŋu sejak tahun 1700-an melalui kuliah umum oleh Profesor Lynette Russell AM (Peneliti Utama Laureate Global Encounters, Monash Indigenous Studies Center). Selain itu akan ada presentasi oleh Dr Lily Yulianti Farid dan Fikri Yathir dari Laureate Global Encounters tentang jejak kehadiran Orang Aborijin di Makassar, serta dari Andi Buyung Saputra (Aliansi Masyarakat Adat Sulawesi Selatan) yang memperkenalkan kehidupan masyarakat adat Kajang. Selain itu, akan ada pameran virtual yang menampilkan karya seni seniman Makassar dan Yolŋu melalui tur virtual Rumata’ Artspace di Makassar (dipandu oleh Febri Hasanah) dan Buku-Larrŋgay Mulka Art Centre di Yirrkala (dipandu oleh Siena Stubbs). Pameran virtual ini bercerita tentang pengaruh sejarah perdagangan dan kerja sama maritim terhadap karya-karya seniman Makassar dan Yolŋu. Setelah tur virtual, akan ada percakapan antar para seniman.

BACA JUGA :  Danny Pomanto: Izinkan Saya Jadikan Makassar Lebih sempurna

“Perayaan NAIDOC tahun ini sangat istimewa karena kami mengerahkan kreativitas kami semaksimal mungkin untuk menghubungkan Makassar dan Masyarakat Yolŋu dengan publik di Indonesia dan Australia secara virtual,” kata Lily Yulianti Farid, Direktur Rumata’ Artspace yang mengembangkan konsep kegiatan virtual ini. Selama tiga tahun terakhir, Konsulat Jenderal Australia di Makassar telah bekerja sama dengan Rumata’ Artspace untuk menggelar NAIDOC Week. Idealnya perayaan NAIDOC Week dilaksanakan secara paralel bersama Makassar International Writers Festival (MIWF) tetapi karena pandemic COVID-19 sehingga dilaksanakan secara virtual. MIWF adalah festival sastra peraih penghargaan International Excellence Award sebagai festival sastra terbaik 2020 dari London Book Fair, telah menjadi penghubung antara Makassar dan dunia selama sepuluh tahun.

BACA JUGA
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6