24 C
Makassar
Wednesday, April 15, 2026
HomeHealthStudi: Cemas dan Depresi Picu Risiko Terkena Penyakit Kronis

Studi: Cemas dan Depresi Picu Risiko Terkena Penyakit Kronis

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kesehatan bukan hanya tentang fisik. Masalah kesehatan mental ternyata mampu membawa masalah pada kesehatan fisik. Hal ini terbukti dari sebuah studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open pada awal Mei 2022.

Studi menemukan bahwa wanita dari segala usia dan pria muda dengan masalah kesehatan mental tertentu akan lebih berisiko mengalami penyakit kronis.

Peneliti menganalisis data kesehatan dari sebanyak lebih dari 40 ribu orang dewasa di Olmsted County, Minnesota. Data diperoleh dari sistem catatan medis Rochester Epidemiology Project.

Data kemudian dipecah menjadi tiga kelompok umur (20, 40 dan 60 tahun) dan jenis kelamin. Setiap peserta diurutkan lagi berdasar perayaan momen penting dalam hidup antara 2005 dan 2014.

Untuk selanjutnya, peneliti membagi peserta dalam empat kelompok yakni, kelompok dengan kecemasan, depresi, kecemasan dan depresi serta tidak mengalami kecemasan atau depresi.

Peneliti menemukan wanita di tiga kelompok usia dan pria di usia 20-an dengan depresi atau kecemasan dan depresi berada pada risiko yang lebih tinggi dan signifikan mengalami penyakit kronis dibanding peserta tanpa kecemasan atau depresi.

Dari semua kelompok usia, wanita berusia 20-an paling berisiko mengalami penyakit kronis jika mereka ada kecemasan dan depresi.

Peningkatan risikonya mencapai 61 persen dibanding peserta tanpa masalah kesehatan mental.

Sementara pada pria, kelompok pria usia 20-an jadi yang paling berisiko. Dibanding dengan kelompok kontrol, pria usia 20-an mengalami peningkatan risiko hampir 72 persen.

Setidaknya ada sebanyak 15 kondisi kronis yang diamati dalam penelitian antara lain, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), hipertensi, asma, hipertensi dan sebagian besar kanker.

Rupanya, usia muda tidak menjamin seseorang dalam kondisi segar bugar tanpa masalah kesehatan.

“Kita juga cenderung berpikir bahwa kondisi medis kronis hanya menyerang orang yang lebih tua. Sayangnya bagi orang yang mengalami gangguan jiwa, kenyataannya bisa terlihat sangat berbeda,” ujar Jasmin Wertz, dosen psikologi di School of Philosophy, Psychology and Language Sciences di The University of Edinburgh, yang tidak terlibat dalam penelitian, seperti dikutip dari CNN via cnnindonesia.com.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img