31 C
Makassar
Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaMetropolisSulsel Zona Marah Wabah PMK

Sulsel Zona Marah Wabah PMK

- Advertisement -
MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Sulawesi Selatan (Sulsel) meningkat tembus hingga 1.666 kasus. Situasi ini menjadikan Sulawesi Selatan masuk zona merah wabah PMK.
“Sulsel masuk zona merah wabah PMK yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota,”ujar
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nurlina Saking kepada awak media seusai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Balai Karantina Veteriner Kementerian Pertanian RI di ruang Komisi B bidang Perekonomian DPRD Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumohardjo, Jumat (29/7/2022).
Lanjut Nurlina, kasus PMK yang tersebar di 14 daerah itu yakni Kabupaten Tana Toraja 51, Toraja Utara 145, Bone 196, Makassar 130, Gowa 104, Jeneponto 689, Bantaeng 60, Takalar 162, Enrekang 11, Luwu 32, Palopo 29, Bulukumba 38, Maros 4, dan Sinjai 15.
”Per 29 Juli jumlah kasus 1.666 dan kini sisa kasus 1.429,”katanya.
Penurunan kasus PMK disebabkan beberapa faktor. Diantaranya ada yang sudah mati, dipotong bersyarat, dan adapula yang sudah sembuh. ” Kami berikan biaya kompensasi bagi peternak yang terdampak PMK. Tapi dipotong bersyarat yang sudah sembuh biayanya Rp 10 Juta untuk sapi dan babi Rp 1,5 juta dari Kementerian Pertanian,”ucapnya.
Pihaknya juga tengah menyiapkan penggunaan dana belanja tak terduga (BTT) yang dipersiapkan oleh Kementerian Pertanian dalam menanggulangi wabah ini. “Kami sedang dalam proses untuk menggunakan dana BTT yang memungkinkan berdasarkan Permendagri Nomor 27,”jelasnya.
Namun demikian, ia belum memastikan besaran dana BTT tersebut sebab harus berdasarkan fakta yang ada dilapangan. “Saya belum dapat memastikan anggaran yang dibutuhkan,”jelasnya.
Sedangkan Ketua Komisi B DPRD Sulawesi Selatan, Firmina Tellulembang berharap Pemerintah Provinsi segera menyelesaikan wabah PMK di daerah ini karena penyebarannya begitu cepat. Berdasarkan data 17 Juli lalu jumlah kasus PMK di Sulawesi Selatan sebanyak 453 kasus yang tersebar di 9 kabupaten/kota. Kini sudah mencapai 1.666 kasus.
“Seperti Covid-19. Cepat sekali penyebarannya,”kata politisi dari Partai Gerindra ini.
“Perlu perbanyak vaksin, vitamin, dan obat-obatan lainnya,”dia menambahkan.
Lebih lanjut ia mengatakan, hal lain yang perlu diwaspadai adalah banyaknya jalur tikus hingga memudahkan hewan ternak masuk dengan mudahnya ke Sulawesi Selatan.
Turut hadir anggota Komisi B DPRD Sulawesi Selatan yakni diantaranya Syahrir, Henny Latif, dan Syamsuddin Karlos.
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline