24 C
Makassar
Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaMetropolisSutopo : Mitigasi Bencana Di Sulsel Harus Jadi Prioritas

Sutopo : Mitigasi Bencana Di Sulsel Harus Jadi Prioritas

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pengalaman gempa bumi, tsunami, likuikfaksi, di Sulawesi Tengah kemarin. Harus menjadi pembelajaran penting bagi Sulawesi Selatan.

Mengingat, daerah Sulawesi Selatan juga termasuk daerah rawan bencana alam. Untuk itu, upaya mitigasi bencana diperlukan.

BACA: Gubernur Sulsel Lantik Wali Kota Parepare dan Bupati Enrekang

Demikian ungkapan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat ditemui di Hotel Gammara, Makassar, Rabu (31/10/2018).

“Mitigasi bencana menjadi prioritas di dalam apapun, baik itu pendidikan maupun dalam pembangunan,” katanya.

BACA: TP2D Sulsel Diduga Salahi Kewenangan, Dewan Wacanakan Hak Interpelasi

Sebagaimana dalam Pasal 1 ayat 6 PP Nomor 21/2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Selain mitigasi, kata Sutopo laju pembangunan juga harus memerhatikan prasyarat zonasi rawan bencana.

BACA: Panglima dan Kabasarnas Pimpin Langsung Operasi SAR Korban pesawat Lion Air

Seperti dampak yang ditimbulkan dari kejadian likuikfaksi yang terjadi pascagempa di sejumlah kawasan di Sulawesi Tengah kemarin. Menurut Sutopo dampak tersebut mungkin berkurang bila kawasan yang mulanya berupa rawa-rawa, tidak dijadikan sebagai kawasan pemukiman.

“Ini menjadi pembelajaran yang sangat menarik,” imbuhnya.

Oleh karena itu, bagi Sutopo diperlukan sebuah pemetaan yang lebih mendetil, yang disebut dengan mikro zonasi di tiap daerah.

Penulis: Agus Mawan
BACA JUGA :  Pembangunan 6 Rumah Sakit Regional Jadi Program Prioritas NA-ASS
BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.064,5
EUR
16.313,5
JPY
123,0
KRW
11,9
MYR
3.382,5
SGD
10.430,7