28 C
Makassar
Senin, Oktober 25, 2021
BerandaHukrimTak Diketahui NA, Sari Ngaku Salah Terima Uang Kontraktor

Tak Diketahui NA, Sari Ngaku Salah Terima Uang Kontraktor

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Menerima suap atas lelang proyek infrastruktur Pemprov Sulsel, diakui Sari Pudjiastuti adalah sebagai bentuk kesalahannya. Itu diungkap mantan Kepala Biro Barang dan Jasa Pemprov Sulsel tersebut, saat memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor Makassar, Kamis (14/10/2021).

“Apa yang mendorong sehingga anda dikasi uang? Apakah itu semua atas sepengetahuan pak Nurdin Abdullah?” tanya Penasihat Hukum Edy Rahmat kepada Sari.

“Tidak pak. Itu sama sekali tanpa sepengetahuan pak Nurdin Abdullah. Saya lakukan itu atas kesalahan saya. Dan uang yang saya terima dari semua kontraktor, sudah saya kembalikan ke KPK,” jawab Sari.

BACA JUGA: Kuasa Hukum Nurdin Abdullah Sebut Banyak Keterangan Saksi Tak Sesuai BAP

Soal memenangkan kontraktor tertentu, salah satunya H Momo, Sari juga mengakui bahwasanya juga tidak ada perintah NA untuk memenangkannya.

Yang jelas, kata dia, siapa saja boleh ikut lelang yang penting memenuhi syarat dan kualifikasi. Semua perusahaan yang dimenangkan telah melalui proses seleksi.

BACA JUGA :  IGI Beri Anugerah Pendidikan Indonesia ke Gubernur Sulsel

“Perusahaan yang diarahkan itu tetap kita seleksi. Itu sepanjang memenuhi syarat sesuai kualifikasinya, kenapa tidak dimenangkan,” jelasnya.

Selain Sari, pada persidangan ke-17 siang tadi, juga turut menghadirkan lima saksi lainnya, masing-masing Syamsul Bahri- ajudan dinas NA, Muh. Salman Natsir-pengawal pribadi NA, Muh. Ardi-Kepala Bank Mandiri Cabang Panakkukang,Miftahul Janah-CS Bank Mandiri Cabang Panakkukang dan
Asriadi-Koordinator teller Bank Mandiri Cabang Panakkukang.

Sementara Syamsul Bahri dalam kesaksiannya, mengemukakan bahwasanya antara Edy Rahmat (eks Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemprov Sulsel) dengan NA, sama sekali tidak ada kedekatan khusus. Paling tidak, keduanya hanya sebatas atasan dan bawahan saja.

Sehingga selama ini, diketahui Syamsul, tidak ada komunikasi maupun pembahasan khusus antara Edy dengan NA terkait proyek, terkecuali saat NA melakukan survey jalan. Begitu halnya soal pemberian uang dari sejumlah kontraktor yang diluar sepengetahuan NA.

Disinggung soal pertemuan NA dengan Robert, H Haeruddin dan Ferry dengan adanya pemberian uang saat itu, Salman mengaku kurang yakin. “Saya tidak tahu apa yang dibahas. Itu hanya asumsi saya saja kalau dibahas soal uang terima kasih,” akunya.

Mengenai pemberian uang dollar dari H Momo dalam amplop coklat, disebutnya itu diperuntukkan buat Iqbal, ipar NA. Namun Iqbal menolak dan lantas dollar Singapura itu diambil Syamsul.

“Bagaimana mungkin, anda bisa mengambil uang itu, sementara Pak Iqbal saja menolak,” tanya PH NA. “Iya, karena saat itu butuh pak,” jawab Syamsul.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.230,8
EUR
16.574,3
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.428,8
SGD
10.556,7