27 C
Makassar
Rabu, Januari 20, 2021
Beranda Politik Taufan Pawe : Golkar Baru Akan Keluar Dari Pekerjaan Hina

Taufan Pawe : Golkar Baru Akan Keluar Dari Pekerjaan Hina

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Ketua DPD I Partai Golongan Karya Sulawesi Selatan, Taufan Pawe, menegaskan bakal memberikan energi yang berbeda dari kepemimpinan partai Golkar sebelumnya.

Di era kepemimpinannya, Walikota Pare-Pare tersebut mengusung tagline “Golkar Baru”. Hal ini bertujuan untuk merubah mindset masyarakat terhadap citra Partai Golkar saat ini.

“Di kepemimpinan saya ini, tagline kita menghadirkan Golkar Baru di Sulsel. Ini karena kita mau rubah paradigma yang ada. Karena saya yakin jajaran saya punya militansi kegolkaran yang tidak perlu diragukan lagi, dengan mengutamakan kepentingan Partai di atas segala-galanya,” ujar Taufan Pawe, Selasa (24/11/2020).

Lebih lanjut Taufan Pawe mengatakan, surat keputusan (SK) yang ia terima dari pimpinan pusat merupakan jawaban yang selama ini dinantikan. Hal ini juga dianggap menjadi simbol perdamaian bagi jajaran internal partai Golkar.

“Awalnya perpecahan, tapi ujungnya perdamaian. Hari ini adalah jawaban dari serangkaian peristiwa-peristiwa yang sebelumnya terjadi,” lanjutnya, dalam agenda konferensi pers di kantor DPD I Golkar Sulsel, jalan Amanagappa no 2 kota Makassar.

Lebih jauh Taufan Pawe menegaskan, di era kepemimpinannya, marwah Kegolkaran akan menjadi prioritas. Hal ini bakal diwujudkan melalui pemenuhan hak setiap kader.

Sebab, menurutnya, kader merupakan objek dari Partai Golkar itu sendiri. Selain itu, hal ini juga menjadi bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Golkar di Sulawesi Selatan.

BACA: Taufan Pawe Tegaskan Kader Golkar Sulsel Agar Taat Asas

Sejauh ini, menurut Taufan, mindset masyarakat terhadap Partai Golkar cukup memprihatinkan. Dengan begitu, Golkar Baru hadir untuk mengeluarkan kader dari pekerjaan-pekerjaan hina, yang bisa menjadi penyebab timbulnya mindset miring dari masyarakat.

“Golkar adalah milik kader yang harus dikembangkan kedepannya. Saya bukan siapa-siapa dan tidak punya apa-apa. Tapi jangan ragukan kegolkaran saya. Jangan jadikan kerja kita hina, dan ditinggalkan masyarakat. Jangan haknya kader tidak diberikan,” tegasnya.

Bahkan, imbas dari mindset miring masyarakat tersebut terlihat jelas pada kekalahan Golkar di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia. Sebab, saat ini hanya ada 10 wilayah saja yang dipimpin oleh Golkar di jajaran legislatif.

“Golkar sekarang ini, tidak bisa dipungkiri, cuma jadi penonton. Di Indonesia ini cuma 10 yang jadi ketua DPRD. Ini yang mau kita cari tau.”

“Golkar Baru ini semangatnya tidak perlu diragukan. Meskipun waktu yang terbatas, tapi saya akan ambil keputusan di kepengurusan yang baru untuk langsung turun ke lapangan,” jelasnya.

Arah Golkar Baru ini bakal diwarnai nuansa kekeluargaan, tetapi tetap mengedepankan profesionalisme dalam berlembaga. Sehingga, Taufan Pawe memastikan tidak akan ada lagi tindakan otoriter dalam kepemimpinannya.

“Di kepemimpinan saya ini tidak ada otoriter di dalamnya. Justru kita tidak boleh berhenti berbuat untuk Golkar. Waktu yang jawab kalau Golkar akan jadi Partai modern dan hadir di tengah-tengah rakyat.”

“24 kabupaten/kota pasti punya karakter yang berbeda. Kita harus sikapi dengan cara yang beda-beda. Kita akan lihat seperti apa sepak terjang Taufan Pawe selaku ketua DPD I Partai Golkar,” tegasnya.

Dengan begitu, Taufan Pawe berharap kehadirannya sebagai pucuk pimpinan tertinggi DPD I Partai Golkar Sulsel bisa diterima dan bisa berjalan beriringan dengan masyarakat.

“Terimalah kami. Kami hadir untuk berbuat dan berkarya kepada masyarakat, juga Golkar sebagai partai terbesar di Sulsel untuk paradigma yang bagus,” tutupnya.

Dalam waktu dekat ini, pelantikan pengurus akan segera dilakukan dan jajaran pengurus bakal dimasifkan untuk melakukan pekerjaan di seluruh wilayah.

- Advertisement -

Headline