25 C
Makassar
Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Nasional Teddy Gusnaidi: MUI Itu LSM, Pengurus Belum Tentu Ulama

Teddy Gusnaidi: MUI Itu LSM, Pengurus Belum Tentu Ulama

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Dewan pakar PKPI Teddy Gusnaidi mendukung upaya pemerintah untuk melakukan sertifikasi penceramah.

Dia berharap penolakan dari sejumlah pengurus MUI untuk dilakukan sertifikasi tak menghalangi upaya pemerintah tersebut. Teddi bahkan menyebut kalau lembaga MUI sama seperti LSM.

MUI itu LSM, sama seperti LSM lainnya, gak ada bedanya. MUI itu cuma LSM urusan ulama, tapi pengurusnya belum tentu ulama. Sama seperti LSM urusan hewan, apakah pengurusnya laler dan kecoa? Gak kan?” kata Teddy melalui akun media sosialnya, (12/9/2020).

Menurut dia, sertifikasi penceramah bisa memfilter penceramah sesungguhnya. Orang dianggap tidak lagi bisa menipu dengan tampilan busana atau hanya dengan modal ngaji di geoogle.

Tapi dgn adanya sertifikasi ulama, orang-orang biadab kayak gue, pasti gak bisa lagi menipu,” katanya.

Sebelumnya, penggiat media sosial Denny Siregar juga menyebut keberadaan MUI tidak penting.

Hal itu dia sampaikan dalam salah satu cuitan Twitternya saat menanggapi artikel soal penolakan Sekjen MUI Anwar Abbas atas program sertifikasi penceramah yang rencananya akan dilakukan Kementrian Agama.

Mundur aja sekarang, pak… Gak penting juga anda disana. Bahkan MUI nya pun gak penting juga..Sungguh,” kata Denny Siregar memberi tanggapan atas ancaman mundur Anwar Abbas dari MUI jika sertifikasi dilakukan.

Tak hanya itu, dalam cuitan lain Denny juga mengkampanyekan tagar pembubaran MUI. Dia menganggap kalau lembaga MUI saat ini dihuni oleh banyak kadrun.

Pak @Kemenag_RI.. Saran saya, tetap saja sertifikasi penceramah agama. Jangan perdulikan MUI, banyak kadrunnya. Ulama yg bersertifikasi itulah yang boleh ceramah di lingkungan pemerintahan/BUMN. Lindungi dulu negara yang penting dr ustad kadrun. MUI ?? EGP !! #BubarkanMUI,” katanya.

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya mewacanakan membuat program sertifikasi penceramah bagi semua agama. Sertifikasi disebut untuk membuat para penceramah memiliki bekal wawasan kebangsaan dan sebagai upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme.

Wacana ini yang kemudian ditanggapi Sekjen MUI Anwar Abbas. Dia mengancam akan mundur dari jabatannya jika sertifikasi penceramah dilakukan.

(*)

Penulis(*)

Headline