25 C
Makassar
Senin, Juli 4, 2022
BerandaRagamTetap Menghasilkan Lewat Hobi Berselancar di Lokapasar

Tetap Menghasilkan Lewat Hobi Berselancar di Lokapasar

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 09 Agustus 2021 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Cara Aman Investasi Online”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Ketua AJI Palu Muhammad Iqbal, dosen sekaligus praktisi literasi digital M Basri, S.Kom, M.T, admin online Fadhillah, dan Executive Regional Director ICSB Indonesia Timur Ivanry Matu. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Made Andjan selaku pegiat Japelidi Unissula. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 533 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Muhammad Iqbal yang membawakan tema “Mengenal Marketplace”. Iqbal menuturkan, marketplace (lokapasar) merupakan bentuk digitalisasi pasar. Lokapasar memfasilitasi proses jual-beli. Iqbal lantas menerangkan perkembangan lokapasar di dunia dan di Indonesia. Dia juga membeberkan kelebihan dan kekurangan lokapasar. “Secara garis besar lokapasar terbagi dari empat jenis: horizontal, vertikal, murni, dan konsinyasi,” terangnya.

Berikutnya, M Basri menyampaikan materi berjudul “Etika Digital #MakinCakapDigital”. Basri mengatakan, ke depan pemberi kerja tidak akan terlalu menguji keterampilan atau kompetensi. Tapi, yang dipastikan pemberi kerja adalah bagaimana etika calon pekerja dan soft skill pencari kerja. “Di masa depan, penyedia bisa jadi tidak mengadakan tes-tes. Saya tinggal minta nama Facebook, Instagram, link Twitter, seperti apa ini orangnya. Jadi, orang mudah sekali terlihat karakternya dari apa yang dia kirim ke media sosial,” tuturnya.

BACA JUGA :  Norma Sebagai Acuan Berbudaya Digital

Sebagai pemateri ketiga, Fadhillah membawakan tema “Peran Literasi Digital untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Lebih Produktif”. Masyarakat Indonesia sudah akrab dengan belanja daring. Fadhillah membedakan antara toko daring, e-dagang, dan lokapasar. Selanjutnya, dia menyampaikan plus-minus belanja di lokapasar. Terakhir, ia membagikan tips produktif di internet, seperti berinvestasi daring serta memanfaatkan affiliate marketing di lokapasar.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Ivanry Matu menyampaikan tema “Cara Aman Investasi Online”. Ia memaparkan perkembangan investasi daring dan alasan masyarakat memilih jenis investasi ini. Selanjutnya, Ivanry menyebutkan jenis dan produk investasi daring, mulai saham, forex, emas, reksa dana, obligasi, properti, dan P2P lending. Ivanry juga menjelaskan plus-minus, keuntungan-risiko investasi daring. Terakhir, Ivanry memberikan tips berinvestasi daring.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah seorang peserta webinar Haryanto bertanya kepada Muhammad Iqbal. “Apakah di masa yang akan datang, marketplace di internet dapat menghilangkan transaksi jual beli secara langsung di pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia?” tanya Haryanto. Iqbal menjawab bahwa jual beli tidak semata-mata soal bisnis. Perdagangan ini juga ngomongin politik, ada banyak faktor di dalamnya. Jadi, walaupun keberadaan marketplace akan menggerus pasar tradisional, ya. Tapi, kalau untuk mengatakan ini akan menghilangkan sama sekali, saya kira tidak,” jawabnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

BACA JUGA :  Mengontrol Unggahan di Internet dengan Jurus ‘THINK’

(*)

spot_img
spot_img

Headline