29.8 C
Makassar
Sabtu, Mei 21, 2022
BerandaHukrimTim Hukum Kekerasan Jurnalis: Ditreskrimum Ada Upaya Sembunyikan Informasi

Tim Hukum Kekerasan Jurnalis: Ditreskrimum Ada Upaya Sembunyikan Informasi

- Advertisement -

MAKASSAR – Tim Hukum LBH Pers Makassar telah menerima surat nomor: B/3226/XI/HUK.12.10/2019/Bidropam, Prihal : Pananganan Laporan Lk. Muh. Darwin, Makasaar (5/10/2019).

“Surat yang dikeluarkan oleh Bidropam Polda Sulsel, tentunya kami sebagai tim kuasa hukum dari LBH pers Makassar sangat menghargai surat tersebut. Namun, hal ini berbanding terbalik dari proses laporan pidana kami yang saat ini lagi ditangani di direskrimum polda Sulsel,” ujar salah satu tim hukum LBH Pers Makassar, Firmansyah.

Pihaknya menilai, penanganan laporan pidana di Ditreskrimum hingga saat ini tidak ada perkembangan yang signifikan.

“Kami sudah bersurat secara resmi ke Ditreskrimum Polda terkait perkembangan penanganan laporan kami. Namun, hingga saat ini tidak ada respon sama sekali. Kami menilai ada upaya menyembunyikan informasi dari Ditreskrimum Polda Sulsel,” tegas Firman.

BACA: 2 Oknum Polisi Dugaan Pelaku Kekerasan Jurnalis Jalani Sidang Disiplin

Padahal, lanjut dia, hak untuk mendapatkan informasi perkembangan perkara merupakan hak dari pelapor sebagaimana diatur pada perkap 16/2010 tentang Tata Cara Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 12 huruf c yang menyebutkan bahwa SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) merupakan informasi publik yang merupakan hak dari pihak pelapor.

Sebelumnya, 3 Jurnalis mendapat kekerasan aparat keamanan saat pembubaran massa aksi yang menolak sejumlah kebijakan yakni revisi Undang-undang KPK, Rancangan Undang-undang KUHP, RUU Pertanahan serta RUU Pemasyarakatan dan sejumlah lainya yang tidak pro terhadap rakyat, pada 24 September 2019, lalu.

Ke-3 jurnalis tersebut masing-masing M Darwin Fatir dari LKBN Kantor Berita Antara, Isak Pasabuan dari makassar today.com dan M Saiful dari inikata.com. Kejadian tersebut terjadi pada 24 September 2019 sekitar pukul 16.00 WITA.

BACA: Kekerasan Jurnalis, Tim Kuasa Hukum Layangkan Surat Keberatan

Korban M Darwin Fatir sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan akibat pengeroyokan oknum aparat keamanan karena mengalami luka bocor di bagian kepala kiri belakang, tangan lebam hingga mengalami sakit di sekujur badannya akibat pukulan dan tendangan dari oknum di depan kantor DPRD Sulsel.

BACA JUGA :  Dewan Pers Kecam Pelaku Kekerasan dan Penghalangan Kerja Wartawan

Sementara M Saiful mengalami luka serius pada bagian pipi atas berdekatan dengan mata kirinya diduga terkena pentungan oknum aparat keamanan saat itu berada di sekitaran bawah jembatan layang atau Fly Over jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Sedangkan Isak Pasabuan mengalami pemukulan dan mendapat perlakuan kasar hingga dihalang-halangi saat mengambil gambar ketika aparat melakukan dan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa di pos security showroom Motor Hyundai jalan Urip Sumoharjo.

spot_img
spot_img

Headline

IDR - Rupiah indonesia
USD
14.498,6
EUR
15.293,3
JPY
111,0
KRW
11,4
MYR
3.317,5
SGD
10.465,3