32 C
Makassar
Tuesday, July 16, 2024
HomeNasionalUAS Bicara Patriotisme Ruslan Buton, Muannas: Sudahlah Tuan Jangan Hasut

UAS Bicara Patriotisme Ruslan Buton, Muannas: Sudahlah Tuan Jangan Hasut

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyebut kalau kritik Ruslan Buton muncul dari semangat patriotisme kebangsaan melihat banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia.

Hal itu disampaikan UAS dalam video podcast di channel Youtube Refly Harun. UAS dan Refly dalam video tersebut membahas apakah pidato Ruslan Buton masuk dalam kategori makar atau tidak

“Ketika Ruslan Buton mengeluarkan statement pidatonya, apa itu bisa dikatakan makar,” tanya UAS kepada Refly Harun dikutip dari video Youtube Refly Harun, (12/6/2020).

BACA: Refly Harun Goda Ustaz Abdul Somad Soal Ayana Moon, Begini Jawaban UAS

Menjawab itu, Refly menyorot soal UU ITE yang dianggap karet. Seseorang disebut bisa dijerat hukum karena dianggap melakukan penghinaan, kebencian, dan menyebarkan berita bohong melalui internet.

Refly sendiri berpendapat kalau pidato Ruslan Buton bukanlah bentuk makar. “Pendapat saya tidak, jelas tidak. Kenapa, tadi dikatakan orang mengatakan pikiran dan hati nurani tidak boleh dilarang,” jawab Refly.

“Kecuali Ruslan Buton itu, dia berkonspirasi, mengumpulkan orang, lalu berfikir bagaimana memecah bela, bagaimana melakukan agitasi, merebut senjata dan sebagainya, itu baru makar,” tambah Refly lagi.

BACA: Bela Ruslan Buton, Fadli Zon Disentil Muannas

UAS kemudian menyambung kalau kerisauhan Ruslan Buton ketika melihat TKA. “Lalu bangkit semangat patriotisme kebangsaan,” ujar UAS.

Cuplikan percakapan UAS dan Refly soal Ruslan Buton ini yang kemudian disoal Muannas Alaidid. Advokat sekaligus kader PSI ini memprotes karena seolah Ruslan Buton ditangkap karena tuduhan makar, padahal disebutnya tidak.

“RB ditangkap bkn krn tuduhan makar tp menyebarkan berita bohong membuat surat terbuka mengatasnamakan seluruh rakyat ind. dg ancaman bila tdk mundur ada revolusi dr berbagai suku, agama & ras. sdhlah tuan jgn hasut awam,” pungkas Muannas.

(*)

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Ustaz Abdul Somad (UAS) menyebut kalau kritik Ruslan Buton muncul dari semangat patriotisme kebangsaan melihat banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia.

Hal itu disampaikan UAS dalam video podcast di channel Youtube Refly Harun. UAS dan Refly dalam video tersebut membahas apakah pidato Ruslan Buton masuk dalam kategori makar atau tidak

“Ketika Ruslan Buton mengeluarkan statement pidatonya, apa itu bisa dikatakan makar,” tanya UAS kepada Refly Harun dikutip dari video Youtube Refly Harun, (12/6/2020).

BACA: Refly Harun Goda Ustaz Abdul Somad Soal Ayana Moon, Begini Jawaban UAS

Menjawab itu, Refly menyorot soal UU ITE yang dianggap karet. Seseorang disebut bisa dijerat hukum karena dianggap melakukan penghinaan, kebencian, dan menyebarkan berita bohong melalui internet.

Refly sendiri berpendapat kalau pidato Ruslan Buton bukanlah bentuk makar. “Pendapat saya tidak, jelas tidak. Kenapa, tadi dikatakan orang mengatakan pikiran dan hati nurani tidak boleh dilarang,” jawab Refly.

“Kecuali Ruslan Buton itu, dia berkonspirasi, mengumpulkan orang, lalu berfikir bagaimana memecah bela, bagaimana melakukan agitasi, merebut senjata dan sebagainya, itu baru makar,” tambah Refly lagi.

BACA: Bela Ruslan Buton, Fadli Zon Disentil Muannas

UAS kemudian menyambung kalau kerisauhan Ruslan Buton ketika melihat TKA. “Lalu bangkit semangat patriotisme kebangsaan,” ujar UAS.

Cuplikan percakapan UAS dan Refly soal Ruslan Buton ini yang kemudian disoal Muannas Alaidid. Advokat sekaligus kader PSI ini memprotes karena seolah Ruslan Buton ditangkap karena tuduhan makar, padahal disebutnya tidak.

“RB ditangkap bkn krn tuduhan makar tp menyebarkan berita bohong membuat surat terbuka mengatasnamakan seluruh rakyat ind. dg ancaman bila tdk mundur ada revolusi dr berbagai suku, agama & ras. sdhlah tuan jgn hasut awam,” pungkas Muannas.

(*)

spot_img
spot_img
spot_img

Headline

Populer

spot_img