Unhas Ikutkan 123 Tim Mahasiswa Dalam Monev Eksternal PKM 2018

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal Program Kreativitas Mahasiswa 5 Bidang Kemenristekdikti 2018.

Dalam kegiatan monev eksternal PKM Kemenristekdikti ini, Unhas berhasil mengikutkan 123 tim mahasiswa, yang telah mendapatkan pendanaan dari Kemenristekdikti.

“Tim PKM Unhas akan bersaing dengan puluhan tim mahasiswa PKM dari 13 perguruan tinggi lain yang ikut dalam kegiatan Monev Eksternal PKM Kemenristekdikti 2018,” ujar Kepala Unit Humas dan Protokol Unhas, Ishaq Rahman, Senin (16/7/2018).

Tim mahasiswa PKM kata Ishaq, berasal dari sejumlah perguruan tinggi, yakni UMI, Universitas Negeri Gorontalo, Politeknik Gorontalo, Akademi Farmasi Kebangsaan Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Muhammadiyah Makassar.

Selain itu, UNIFA, UIM, Universitas Kristen Indonesia Indonesia, Akbid Pelamonia Kesdam VII, Politeknik Bosowa, , Unibos, dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar turut terlibat dalam monev ini.

Pembukaan Monev Eskternal PKM Kemenristekdikti berlangsung di ruang Senat gedung Rektorat Unhas pada Senin (16/7/2018) pagi pukul 08.00 Wita.

Pembukaan Monev Eksternal ini dihadiri 6 reviewer selaku tim Monev Kemenristekdikti 2018, yakni; Prof. Sundani Nurono dari ITB, Agus Kurnia dari Universitas Halu Oleo, Eko Retno Mulyaningrum dari UPGRIS, Ahmad Sauqi Josephine Louise dari Universitas Mataram, Pinky Saerang dari Universitas Sam Ratulangi, dan Yusri Sapsuha dari Universitas Khairun.

Saat pembukaan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas, Abdul Rasyid Jalil mengatakan, bahwa kegiatan monev PKM ini merupakan tahapan yang bermanfaat bagi para mahasiswa dan dosen pembimbing untuk mendapatkan masukan dan perbaikan dari tim monev, sehingga kualitas karya mahasiswa semakin lebih baik.

“Mudah-mudahan di akhir kegiatan ini, kami bisa mendapatkan masukan yang membangun, apakah untuk Unhas, Unibos, dan perguruan tinggi lainya,” kata Cido, sapaan akrab Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unhas.

BACA JUGA :  Mahasiswa Unhas Kaitkan To' Lotang Dengan Dunia Literasi

Sementara itu, sebagai ketua tim Monev Eksternal Kemenristedikti, Prof Sundani Nurono mengatakan tugas reviewer sebagai pencerah yang maksudnya reviewer tidak boleh menista atau mencela hasil karya mahasiswa.

Karena itu, kata Sundani, kehadiran tim reviewer monev eksternal Kemenristekdikti, untuk memberikan arahan dan semangat bagi mahasiswa dalam berkarya dan melakukan kegiatan ilmiah.

“Yang menjadi kelemahan mendasar dari seluruh mahasiswa di Indonesia ini dari Aceh sampai Papua adalah masalah berbahasa. Bukan berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia dan lainnya, tetapi mahasiswa lebih senang berbahasa visual. Berbahasa visual artinya apa yang dilihat itu yang dibahasakan,” kata Sundani.

Sundani menambahkan, dalam monev yang dinilai bukan hanya presentasi dengan bahasa visual, tetapi penguasaan karya tersebut secara ilmiah dan intelektual. Bahasa presentasi yang disampaikan berdasarkan data dan pengakajian ilmiah.

“Mahasiswa itu kaum intelektual. Mereka harus tampil seperti intelektual, bukan sekadar akting,” katanya.

Selain itu, rencananya kegiatan monev ini bakal berlangsung selama 3 hari kedepan untuk menyaring karya-karya penelitian mahasiswa yang terbaik.

“Unhas sendiri mengikutkan sebanyak 123 tim mahasiswa. Jumlah tim PKM Unhas ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 116 tim,” lanjut Ishaq.