MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Setelah mengungkap kasus begal di Kota Makassar, Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, mengatakan bahwa saat ini Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) menjadikan kasus begal sebagai atensi di seluruh daerah.
Karena, kata Irwan, Kapolri telah memerintahkan kepada seluruh Kapolda dan Kapolres untuk memerangi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) atau begal di wilayah masing-masing.
BACA: Tembak Mati Kapten Begal, Polisi Incar Anggota Komplotan
Bahkan, dengan tegas kata Irwan, Kapolres yang tidak mampu menangani tindak pidana kekerasan atau begal, maka Kapolri yang akan membegal setiap Kapolres yang tidak mampu mengatasi itu.
“Persoalan ini jadi atensi beliau (Kapolri), bahkan kapolres yang tidak mampu menangani begal di wilayah masing-masing, justru Kapolresnya yang akan dibegal,” katanya, saat diwawancarai, di RS Bhayangkara, Jumat (21/9/2018).
BACA: Kapten Begal Tewas Tertembak, Ini Perjalanan Aksinya Semasa Hidup
Apalagi, baru-baru ini pihaknya telah mengamankan tiga tersangka yang diduga keras sebagai komplotan begal. Bahkan, Kapten Begal yang dikenal sadis saat beraksi.
Kapten Begal, Kemal (25) ditembak hingga tewas oleh Tim Unit Jatanras Polrestabes Makassar lantaran menjadi target operasi dan melukai satu orang personel polisi, Bripda Yusrifal Ilham dengan pisau pemotong daging.
BACA: Usai Tebas Polisi, Kapten Begal Tewas Diterjang Timah Panas
Oleh karena itu, Polrestabes Makassar akan bersungguh-sungguh dalam melakukan pemberantasan kejahatan yang ada di Kota Makassar. Tidak hanya begal tetapi semua tindak kejahatan lainnya.
“Kami akan bersungguh-sungguh untuk memberantas pelaku begal dan kasus-kasus lainnya,” katanya, yang langsung turun melihat anggotanya di RS Bhayangkara Makassar.



