28 C
Makassar
Sabtu, Januari 22, 2022
BerandaPolitikUsung Tema Budaya Politik dan Wisata Demokrasi, BRC Siap Gelar Table Talk...

Usung Tema Budaya Politik dan Wisata Demokrasi, BRC Siap Gelar Table Talk Ketiga

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Menyongsong pesta demokrasi Indonesia yang tinggal menghitung lagi, 17/4/2019 mendatang, Bro Rivai Center (BRC) kembali menggelar Table Talk Series pada Minggu, 10/3/2019 sore, di Warunk Upnormal, Jalan Andi Djemma, Makassar.

Sebelumnya, BRC telah dua kali sukses menggelar kegiatan serupa, yakni pada Januari dan Februari 2019, lalu. BRC Table Talk Seri Ketiga kali ini mengangkat tema “Budaya Politik dan Wisata Demokrasi.”

Kegiatan tersebut akan menghadirkan Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Dr Nurliah Nurdin S.Sos., MA, dan Akademisi Ilmu Komunikasi Fisip Universitas Hasanuddin, Dr Hasrullah MA.

Executive Board BRC, Muhammad Alif Andyva, mengungkapkan kegiatan ini dalam rangka mengukur kondisi daya tahan bangsa dan suksesi kepemimpinan nasional.

“Acara ini merupakan kegiatan diskusi selektif dan bincang publik yang sifatnya inklusif. Siapapun yang peduli dengan budaya politik dan demokrasi di negeri kita ini tentunya bisa ikut berpartisipasi di acara ini,” kata Alif Andyva.

Perihal alasan BRC mengangkat tema budaya politik dan wisata demokrasi, Andyva menerangkan bahwa topik tersebut diangkat berdasarkan analisis Tim BRC terkait tata kelola politik Indonesia yang masih lemah dan budaya interaksi masyarakat saat ini di tengah kontestasi Pilpres 2019.

“Kita perlu mengevaluasi tata politik kita sekaligus menginvestigasi nilai-nilai budaya dalam jantung tradisi-tradisi masyarakat Indonesia sekarang ini, dimana kita ketahui bersama, tindakan a-moral seperti hoax, fitnah, dan ghibah, telah menjadi kebiasaan masyarakat di negara kita, apalagi menjelang Pilpres. Hal itu dilakukan oleh sejumlah kelompok yang berupaya melakukan aksi disharmoni hanya demi kepentingan jangka pendek,” jelasnya.

Menurut Andyva, dinamika politik Indonesia saat ini belum mencerminkan demokrasi yang substantif.

“Pro-Kontra wajar-wajar saja, namun budaya dengan politik bermartabat perlu diciptakan sebagai sebuah proses merawat demokrasi tetap sehat,” kata Andyva yang kini sedang studi di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University Singapura.

BACA JUGA :  Kurang Garam, Wakil Ketua DPR RI Kritik Kebijakan Pemerintah

“Nah, budaya politik kira-kira perlu dilakukan dengan cara apa agar komunikasi yang baik selalu tercipta dan partisipasi demokrasi dapat terus meningkat,” tambahnya.

Maka dari BRC Table Talk seri ketiga ini diharapkan dapat menjawab pertanyaan tersebut.

“Melalui Table Talk ketiga ini, kita sama-sama berharap dapat mengetahui seperti apa budaya dan komunikasi politik yang baik yang harus kita ciptakan agar kondisi disharmonisasi tidak terjadi di Pilpres nantinya,” pungkas peneliti studi strategis ini.

Penulis : Widyawan Setiadi

 

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6