“Ini karena lembaga-lembaga tersebut sangat ditunjang oleh infrastruktur, sumberdaya manusia (SDM) serta kode etik kelembagaan yang kuat dan profesional serta mampu mempertanggungjaabkan hasil kerjanya”, ujarnya, di Jakarta, Selasa (15/5/2018).
Sementara itu, Pegamat politik dan kebijakan publik, Muh. Saifullah mengatakan fenomena ‘electoral college’ dalam era modern memang tak lagi terlepas dari hasil survei yang menjadi basis setiap tim pemenangan dalam menyusun langkah strategis pemenangan.
BACA: Prof Nurdin: Atlet Muay Thai Harumkan Sulsel Sabet 1 Emas 2 Perunggu
“Ini merupakan bagian yang tak lagi terpisahkan dalam setiap ajang pemilihan umum yang telah diterapkan di dunia internasional,” ujar peneliti dari Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Publik ini.
Dengan demikian, kata Saifullah, masyarakat juga perlu mencermati setiap hasil survei yang ada karena walaupun dirancang dengan sebuah metode ilmiah yang ketat, hasil sebuah survei adalah sebuah data yang memang harus dicerna dan dibaca dengan baik.
“Bias data, konsistensi survei dan margin error adalah bagian yang banyak dimanipulasi dalam setiap hasil survei. Ini yang mewajibkan masyarakat perlu hati-hati dan cerdas membaca setiap rilis survei dan lembaga surveinya,” ucapnya.



