30 C
Makassar
Monday, June 22, 2026
HomeHealth5 Tanda Terlalu Banyak Minum Kopi

5 Tanda Terlalu Banyak Minum Kopi

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Kopi merupakan salah satu minuman yang banyak peminatnya, terutama di Indonesia. Tak heran, banyak kafe-kafe yang bermunculan dan menawarkan kopi-kopi terbaiknya.

Pada dasarnya, kafein memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi secukupnya. Sementara jika kamu mengonsumsi kafein dalam jumlah berlebih, maka ini dapat mendatangkan dampak buruk bagi tubuh.

Berikut ini adalah tanda kamu terlalu banyak  minum kopi yang penting, dilansir dari halodoc.com:

1. Detak Jantung Tak Beraturan

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh U.S. National Heart Lung and Blood Institute, salah satu zat yang paling erat dengan detak jantung tak beraturan dan tak normal adalah kafein.

Artinya, jika kamu menemukan detak jantung yang tak normal, seperti berdegup sangat kencang tak seperti biasanya, bisa jadi kamu sudah terlalu banyak mengonsumsi kopi. Ini karena kopi tercatat sebagai salah satu minuman dengan kandungan kafein yang cukup tinggi.

Namun, kafein bukanlah satu-satunya penyebab detak jantung tak beraturan. Coba ingat-ingat lagi berapa banyak kafein yang telah kamu konsumsi dalam satu hari. Jika masih dalam batas normal, namun jantung berdetak tak beraturan, bisa jadi ada masalah kesehatan lainnya.

Beberapa penyebab detak jantung berdetak tak beraturan lainnya adalah merokok, stres, dan kelelahan. Biasanya detak jantung juga akan menjadi tidak beraturan saat seseorang melakukan olahraga berat yang memacu adrenalin.

2. Sakit Kepala

Ada anggapan yang salah mengenai kaitan antara sakit kepala dan minum kopi. Banyak orang yang menyebut bahwa terlalu banyak minum kopi atau terlalu banyak kafein dapat membuat sakit kepala, padahal tidak demikian. Mengonsumsi kafein sebenarnya tidak akan menyebabkan sakit kepala.

Namun, saat seseorang secara teratur meminum kafein, tubuh akan menyesuaikan. Hal ini mengakibatkan tubuh merasa ‘kehilangan’ sesuatu saat kamu berhenti atau melewatkan kopi. Setelah itu, pembuluh darah akan membesar dan mengakibatkan sakit kepala.

Artinya, sakit kepala yang dirasakan oleh penikmat kafein adalah tanda bahwa ia telah kecanduan. Jadi bukan sakit kepala yang disebabkan oleh kafein.

3. Susah Tidur

Kafein memiliki efek yang unik pada tubuh. Asupan kafein dapat merangsang tubuh untuk memompa adrenalin dan membuat kamu merasa lebih bersemangat dan lebih waspada sepanjang hari.

Secangkir kopi dipercaya sebagai ‘penyelamat’ saat seseorang terserang kantuk di tengah aktivitas yang padat. Akibatnya, bila terlalu banyak bisa membuat tubuh tetap terjaga meski kamu sudah sangat ingin tidur.

Untuk menghindari hal itu, pastikan kamu tidak melewati batas takaran konsumsi kafein harian. Setidaknya empat cangkir per hari adalah batas maksimal minum kopi, supaya tubuh tidak memberikan tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas tadi.

Tentunya takaran ini akan menjadi berbeda untuk ibu hamil, pengidap masalah pencernaan ataupun orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang membuatnya menjadi sensitif akan kafein.

4. Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Kafein memiliki sifat diuretik yang bisa meningkatkan produksi urine. Kafein dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal dan secara langsung memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyerap kembali garam dan air saat menyaring darah, yang menyebabkan peningkatan urine di kandung kemih.

Akibatnya, minum sekitar empat cangkir kopi dapat menyebabkan pengurangan tiamin, B12, kalsium, magnesium, natrium, fosfat, klorida, dan kalium, yang terbuang melalui urine. Tidak hanya mengganggu aktivitas harian karena intensitas ke toilet, terlalu sering buang air kecil juga bisa berdampak negatif pada kesehatan tulang.

5. Urine Beraroma Kopi

Meskipun urine yang beraroma kopi seringkali tidak berbahaya, tapi ini bisa menjadi tanda kamu terlalu banyak minum kopi. Perlu diketahui, selain dehidrasi dalam jumlah besar, kafein meningkatkan efek dopamin dan juga mengurangi efek adenosin. Ini bisa membuat kamu mengantuk di penghujung hari, karena kafein memblokir adenosin dengan mengikat reseptor adenosin.

Beralih ke teh hijau atau menyelingi aktivitas kopi dengan minum teh hitam juga dapat mengurangi ketergantungan akan kopi. Selain itu, saat kamu minum kopi, pastikan juga untuk minum air yang banyak. Setidaknya, ini bisa membantu mengurangi gejala ataupun tanda yang bisa saja dialami akibat terlalu banyak minum kopi.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img