26 C
Makassar
Senin, September 20, 2021
BerandaPolitikAppi-Rahman Bakal Beri Perhatian Lebih Untuk Gereja dan Pendeta

Appi-Rahman Bakal Beri Perhatian Lebih Untuk Gereja dan Pendeta

- Advertisement -

 

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sebanyak 116 Pendeta dan Guru Sekolah Minggu menggelar pertemuan dengan Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin-Rahman Bando (Appi-Rahman) di Hotel Aryadhuta, Kamis (10/9/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Appi-Rahman banyak mendengar curahan hati sekaligus menampung aspirasi pemuka dan tokoh Nasrani di Kota Makassar.

Banyak hal yang menjadi keluhan tersendiri bagi mereka, khususnya perlakuan diskriminatif bagi Guru Agama Nasrani di sekolah-sekolah Makassar.

Keluhan ini disampaikan langsung oleh salah satu pendeta yang berdomisili di kecamatan Manggala, Ibrahim Epang. Menurut keterangannya, guru-guru sekolah minggu selalu mendapat perlakuan kurang menyenangkan.

Mereka tidak diberikan fasilitas layak dalam proses belajar mengajar. Tidak ada ruangan memadai, bahkan honor pun tidak ada yang jamin. Hal itulah yang ia minta kepada Appi-Rahman. Ia siap memberikan dukungan penuh dengan catatan Appi-Rahman siap memberikan perlakuan yang sama kepada mereka.

“Kami mengalami banyak perlakuan tidak menyenangkan. Mengajar tanpa honor. Mengajar di bawah pohon. Tidak diberikan ruangan mengajar. Kita minta hapus diskriminasi ini, kami siap dukung Appi-Rahman,” ujar Ibrahim.

Selain Ibrahim, keluhan juga datang dari Pendeta Zakaria Gojan. Ia mengaku selama ini kelompoknya masih termarjinalkan dan kerap dinomorduakan. Bahkan mereka selalu merasa kesulitan untuk mendirikan rumah ibadah.

“Kita ini seperti kesulitan untuk mendirikan rumah ibadah,” beber Zakaria.

Keluhan Zakaria ini dipertegas dengan pengurus Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Makassar, Kristian Romanto. Ia mengaku pihaknya sering diberi janji-janji manis pemerintah, tetapi tidak kunjung terealisasi sampai hari ini.

BACA JUGA :  NH Janji Tidak Libatkan Keluarga di Pemerintahan, Sindir SYL?

“Insentif guru sekolah minggu hanya janji-janji dari pemerintah sebelumnya. Tidak ada realisasi,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Appi-Rahman berjanji akan memberikam solusi konkret. Jika kelak dipercaya memimpin Kota Makassar, ia menjamin tidak akan ada lagi isu-isu diskriminatif di era pemerintahannya.

BACA JUGA :  Mulai Geram, Cucu Bung Hatta Sindir Jubir Prabowo-Sandi Soal Panama Papers

“Pendeta dan guru-guru sekolah minggu juga akan mendapat insentif. Tidak hanya guru-guru mengaji saja. Rumah-rumah ibadah, termasuk gereja akan diasuransikan,” janji Appi.

“Kesejahteraan warga Makassar harus terwujud tanpa memilih apa warna kulitnya, apa agamanya. Mudah-mudahan pertemuan ini bisa rutin kita lakukan. Kebahagiaan saya luar biasa malam ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rahman Bando juga turut angkat bicara. Ia mengatakan, perlakuan diskriminatif terhadap pemuka agama minoritas di Makassar memang masih banyak terjadi.

Sehingga, Rahman menegaskan hal-hal serupa yang pernah ia temukan di masa lalu tidak akan pernah terjadi lagi di kepemimpinannya kelak.

“Waktu saya Kepala Dinas Pendidikan, saya pernah mendapati ada guru sekolah minggu yang mengajar di sudut-sudut gedung sekolah. Saya langsung panggil kepala sekolahnya dan beri teguran keras,” kenang Rahman.

“Yang begini-begini sebenarnya tidak perlu terjadi kalau kita tidak salah pilih pemimpin,” lanjut Rahman.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.297,0
EUR
16.747,6
JPY
130,6
KRW
12,0
MYR
3.410,1
SGD
10.575,1
BACA JUGA :  Di Acara Bukber, Gerindra Tegaskan Kawal Pemenangan Appi - Cicu
- Advertisment -