25 C
Makassar
Selasa, Januari 19, 2021
Beranda Nasional BMKG Prediksi Wilayah Ini Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

BMKG Prediksi Wilayah Ini Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – BMKG memprediksi setidaknya di 30 dari 34 provinsi di Indonesia akan mengalami potensi cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas lebat disertai kilat-angin kencang.

BNPB mengimbau masyarakat mewaspadai bahaya hidrometeorologi selama sepekan ke depan, 21-27 November 2020. Peringatan itu dikeluarkan berdasarkan prediksi cuaca ekstrem BMKG yang dirilis akhir pekan lalu.

“Bahaya tersebut dapat berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor maupun angin kencang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan pers, Minggu (22/11).

Prediksi cuaca ekstrem BMKG muncul setelah memantau perkembangan sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di Laut Jawa selatan Kalimantan.

Sirkulasi siklonik itu membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan utara Aceh, mulai dari Sumatera Utara hingga perairan barat Bengkulu, di Selat Karimata bagian utara, Papua bagian barat hingga Maluku bagian selatan, serta dari Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata bagian selatan.

“Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” demikian rilis BMKG yang diterima Minggu lalu juga.

BMKG menganalisis dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam sepekan ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia.

“Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan,” ujar Deputi Bidang Meteorologi Guswanto mengutip dari rilis BMKG akhir pekan lalu.

“Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” tambahnya.

Tiga puluh provinsi itu adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Lalu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.

Selanjutnya Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Empat provinsi yang tak termasuk dalam potensi cuaca ekstrem BMKG itu adalah Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Maluku Utara.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” ujar Guswanto.

- Advertisement -

Headline