31 C
Makassar
Kamis, September 23, 2021
BerandaHealthCara Mengatasi Lemas saat Puasa

Cara Mengatasi Lemas saat Puasa

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Mengubah beberapa kebiasaan Anda di bulan Ramadhan dapat menciptakan perbedaan besar untuk membuat tubuh lebih bertenaga. Jangan biarkan rasa lemas saat puasa menurunkan produktivitas. Ada beberapa cara sederhana yang dapat dicoba untuk mengatasi lesu dan kurang energi saat puasa.

1. Pastikan Anda cukup minum
Dehidrasi kemungkinan besar menjadi penyebab Anda merasa lemas saat puasa. Pastikan pada saat berbuka puasa dan sahur, Anda mencukupi kebutuhan minum Anda.

– Anda bisa mencoba pola 2-4-2, dua gelas saat berbuka puasa, empat gelas sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur. Tidak hanya air putih, Anda bisa mengonsumsi buah-buahan atau yogurt untuk menambah asupan cairan.

– Hindari minuman yang mengandung kafein selama puasa. Kafein dalam kopi, minuman bersoda, maupun teh yang dikonsumsi 3-6 jam sebelum tidur dapat membuat Anda sulit tidur dan berpeluang mendadak terjaga di tengah malam.

Hindari minuman yang mengandung kafein selama puasa. Kafein dalam kopi, minuman bersoda, maupun teh yang dikonsumsi 3-6 jam sebelum tidur dapat membuat Anda sulit tidur dan berpeluang mendadak terjaga di tengah malam.

Berhenti mengonsumsi kafein secara bertahap adalah cara terbaik untuk tetap berenergi sepanjang hari. Anda mungkin justru akan merasa lemas dan sakit kepala saat tidak mengonsumsi kafein. Kondisi ini hanya bersifat sementara.

2. Perhatikan makanan saat berbuka puasa dan sahur

Semua makanan memang terlihat mengenyangkan pada saat berbuka puasa, tapi tidak semuanya mendatangkan nutrisi bagi tubuh. Makanan berbahan dasar tepung dan yang mengandung kadar gula tinggi bisa membuat Anda lemas saat puasa. Jadi usahakan hindari makanan seperti ini. Konsumsi makanan segar seperti sayur-sayuran dan buah-buahan secara teratur.

BACA JUGA :  Bolehkah Ibu Hamil dan Lansia di Vaksin?
BACA JUGA :  Berbagai Minuman Pengganti Kopi

Dibandingkan menyantap makanan dalam jumlah besar pada satu kesempatan, lebih baik mengonsumsinya dalam jumlah kecil tiap 3 jam sekali dari waktu berbuka puasa hingga menjelang imsyak. Berikut ini adalah beberapa pilihan kudapan yang bisa menghasilkan energi untuk beraktivitas:

– Buah potong, misalnya sebuah pisang ambon ukuran sedang mengandung sekitar 100 kalori dan apel ukuran sedang mengandung sekitar 80 kalori.

– Salad dan telur rebus. Satu butir telur ukuran sedang bisa menghasilkan energi sekitar 80 kalori.

– Cokelat hitam batangan tanpa susu mengandung sekitar 250 kalori pada tiap 50 gram-nya.

3. Lakukan olahraga yang Anda sukai

Beraktivitas normal saja sudah melelahkan, bagaimana jika disarankan untuk berolahraga saat puasa? Namun, percayalah bahwa berolahraga teratur akan membuat Anda lebih bertenaga saat beraktivitas dan terhindar dari lemas saat puasa.

Bahkan untuk sebagian orang, berolahraga bahkan mampu meningkatkan kualitas tidur mereka. Berolahraga dua setengah jam dalam sepekan adalah durasi yang dianjurkan untuk menjaga kebugaran tubuh.

Namun Anda tidak harus memenuhi durasi kuota ini seketika. Mulailah dengan porsi latihan kecil seperti 10 menit sehari berjalan kaki. Agar tetap bersemangat, pilihlah olahraga dan suasana yang Anda sukai. Aktifitas tersebut bisa disertai dengan iringan musik atau dilakukan secara beregu di tempat terbuka.

4. Pastikan jam tidur tetap sama seperti biasa

Cukup istirahat adalah kunci untuk terus berenergi saat beraktivitas sepanjang hari dan menghindari lemas saat puasa. Cobalah untuk bangun dan tidur di jam yang sama tiap hari, sehingga tubuh memiliki jam biologis yang terjadwal.

Buatlah jadwal yang sesuai dengan kebutuhan sahur di bulan Ramadhan. Memasang alarm dapat membantu Anda bangun tepat waktu.

BACA JUGA :  Risiko Serangan Jantung Saat Bersepeda Bagi Pemula
BACA JUGA :  Tips Jaga Kondisi Mental di Masa Pandemi Covid-19

Berikut beberapa hal yang dapat diterapkan agar Anda memiliki waktu istirahat yang berkualitas:

– Mandi dengan air hangat, membaca buku, atau mendengarkan musik tenang sebelum tidur di malam hari dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak.

– Hindari makan dalam waktu 2 jam sebelum waktu tidur. Gas dalam perut yang mencerna makanan mungkin akan membuat Anda tetap terjaga.
Nikotin dalam rokok, alkohol, dan kafein juga membuat Anda sulit tidur.

– Sebaiknya jadikan kamar tidur hanya untuk istirahat. Keberadaan komputer dan TV di kamar justru mengganggu ketenangan.

Sumber: hellosehat.com

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.242,1
EUR
16.671,0
JPY
129,7
KRW
12,1
MYR
3.401,5
SGD
10.538,0
- Advertisment -