5. Memijat bayi
Saat Bunda stres, cobalah untuk memijat Si Kecil. Memijat bayi merupakan cara sederhana dan efektif untuk menjalin dan memperkuat ikatan emosional (bonding) antara orang tua dengan bayi.
Memberikan pijatan juga dapat membuat Bunda lebih tenang dan menstabilkan emosi. Penelitian bahkan mengungkapkan bahwa pijat bayi dapat menurunkan kecemasan, stres, serta gejala depresi pascamelahirkan.
Agar pijat bayi lebih bermanfaat, Bunda dapat menggunakan minyak telon yang memang khusus diformulasikan untuk bayi. Minyak telon umumnya mengandung campuran minyak kayu putih, minyak kelapa, dan minyak lain, seperti minyak chamomile.
Secara tradisional, minyak kayu putih dikenal dapat memberikan rasa hangat pada tubuh bayi. Sementara itu, penelitian membuktikan bahwa kandungan minyak anis berkhasiat dalam mengatasi perut kembung pada bayi.
Kandungan minyak kelapa pada minyak telon juga dipercaya memiliki manfaat untuk melembapkan dan melindungi kulit bayi agar tidak kering.
6. Bertukar pikiran dengan ibu lain
Sering kali stres berasal dari ketidakpahaman mengenai cara mengasuh anak. Misalnya, tidak tahu bagaimana cara menangani tangisan bayi, kesulitan menyusui, atau khawatir berlebihan ketika bayi menunjukkan perilaku yang tidak biasa.
Agar tidak panik, bekali diri dengan berbagai pengetahuan tentang metode mengasuh bayi. Bunda dapat bergabung di komunitas orang tua untuk berbagi cerita serta bertukar pengetahuan dengan ibu-ibu lainnya. Koneksi yang terbangun dapat menjadi support system dalam menjalani peran Bunda sebagai orang tua.
Adanya ruang diskusi dengan ahli juga memberikan kesempatan bagi Bunda untuk bertanya mengenai kendala dalam mengurus Si Kecil. Dengan berbekalkan pengetahuan tentang merawat bayi, Bunda dapat terhindar dari stres yang mungkin terjadi setelah proses persalinan.
Itulah beberapa hal yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi stres mengurus bayi baru lahir. Upayakan untuk tidak menumpuk dan memendam stres agar tidak berujung pada depresi pascamelahirkan. Berbeda dengan baby blues yang umumnya hilang setelah 2 minggu persalinan, depresi pascamelahirkan bisa berlangsung lebih lama.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog jika Bunda mengalami gejala baby blues atau depresi pascamelahirkan.
Sumber: Alodokter



