BerandaHeadlineDenny Siregar Sindir Wacana Duet Mega-Prabowo Jilid II di Pilpres

Denny Siregar Sindir Wacana Duet Mega-Prabowo Jilid II di Pilpres

- Advertisement -

 

SULSELEKSPRES.COM – Wacana Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kembali maju di Pilpres 2024 berduet dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto teus berkembang.

Wacana ini kian menguat seiring dengan keakraban yang terus diperlihatkan Mega dan Prabowo. Terlebih karena keduanya juga sudah pernah berpasangan sebagai capres-cawapres di Pilpres 2009 lalu.

Penggiat media sosial Denny Siregar kemudian ikut memberikan tanggapan. Dia menyindir wacana paket Mega-Prabowo dengan kalimat ringkas.

“Aduhhhh… Mbok ya pada istirahat..” tulis Denny melalui akun Twitter pribadinya, (9/6/2021).

Denny sendiri diketahui sudah menjatuhkan pilihan mendukung Ganjar Pranowo pada Pilpres mendatang. Dia menganggap Ganjar sebagai figur terbaik meneruskan kepemimpinan Presiden Jokowi saat ini.

Pihak PDIP ataupun Gerindra sendiri tak menampik kemungkinan duet Mega-Prabowo.

Partai Gerindra sendiri diketahui hanya memiliki calon tunggal yakni Prabowo Subianto. Sementara dalam internal PDIP muncul sejumlah nama seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, hingga nama Megawati sendiri.

Sebelumnya, muncul isu serupa kalau PDIP kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Gerindra. Nama calon dari PDIP bukan Megawati tapi putrinya, Puan Maharani.

Adapun Ganjar sendiri banyak diperhitungkan lantaran namanya selalu berada diurutan tiga besar tiap survei yang digelar.

Dilansir dari CNNIndonesia, Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam menilai, menduetkan kembali Megawati-Prabowo di Pilpres 2024 merupakan wacana yang tidak produktif bagi demokrasi.

Bila direalisasikan, menurutnya, PDIP dan Gerindra sama saja tidak memberikan ruang kepada calon pemimpin muda untuk tampil di Pilpres 2024.

“Tapi yang pasti nama lama tidak sehat secara demokrasi karena tidak memberikan ruang baru bagi calon pemimpin muda,” pungkas Khoirul.