30.4 C
Makassar
Rabu, Mei 25, 2022
BerandaNasionalDiduga Depresi, Polisi Curigai Kematian Editor Metro TV Akibat Bunuh Diri

Diduga Depresi, Polisi Curigai Kematian Editor Metro TV Akibat Bunuh Diri

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Pihak kepolisian menduga kuat kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo akibat bunuh diri.

Hasil penyelidikan dan penyidikan yang telah dilakukan oleh tim gabungan selama kurang lebih dua pekan tidak ditemukan bukti kalau Yodi dibunuh seperti dugaan awal.

“Kami berkesimpulan diduga kuat yang bersangkutan (Yodi Prabowo) bunuh diri,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (27/7/2020) dikutip dari CNNIndonesia.

Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan serangkaian penyidikan dengan menggunakan metode saintifik dan juga pemeriksaan saksi-saksi. Beberapa metode penyidikan yang dilakukan misalnya seperti olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan laboratorium forensik, hasil otopsi jasad korban, pemeriksaan dokumen-dokumen terkait, hingga dukungan bukti-bukti pendukung yang telah dikumpulkan seperti rekaman CCTV.

“Kami membuka diri kalau memang ada informasi dan sebagainya. Tapi fakta yang kami himpun dari pemeriksaan di TKP, olah TKP, keterangan saksi, ahli, dan dokumen-dokumen lain,” katanya.

Terkait dengan motif dari dugaan bunuh diri tersebut, polisi belum memberikan kepastian. Sejauh ini dicurigai bahwa korban mengalami depresi.

Beberapa bukti pendukung yang didapatkan misalnya, bahwa selama penyidikan polisi menemukan ada transaksi pembayaran yang dilakukan korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, untuk pemeriksaan kesehatan dengan dokter ahli penyakit kelamin dan kulit.

Kemudian, setelah melakukan konsultasi dokter, korban melanjutkan pemeriksaan dengan melakukan pengetesan penyakit human immunodeficiency viruses (HIV).

“Faktanya dia melakukan konsultasi di dokter penyakit dan kelamin. Apakah ini terkait adanya dugaan bunuh diri, sangat terkait. Dengan kemungkinan munculnya depresi,” kata dia.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan ahli, penyidik meyakini bahwa tindakan bunuh diri akan selalu dimulai dengan bukti permulaan berupa luka percobaan. Dalam hal ini, memang ditemukan empat luka sayatan di bagian dada korban yang tidak terlalu dalam.

“Yang dua atau tiga diantaranya itu adalah luka dangkal yang tidak sampai 2 cm. Itulah yang dianggap sebagai luka dengan melukai dengan percobaan,” pungkasnya.

spot_img
spot_img

Headline

IDR - Rupiah indonesia
USD
14.498,6
EUR
15.293,3
JPY
111,0
KRW
11,4
MYR
3.317,5
SGD
10.465,3