Saat ini pesan Sulselekspres.com terkait konfirmasi Wakil Rektor III, Achmad Gani tentang surat edaran tersebut belum terjawab. Beruntung, melalui official account Cakrawala Ide, UPPM UMI, dapat menjawabnya.
Dari video unggahan Cakrawala Ide, secara verbatim Achmad menjelaskan, dihadapan demonstran, dirinya memang tidak menginginkan mahasiswa untuk memperingati amarah dengan cara pawai.
“Kita juga tidak mau anakku sekalian memperingati amarah dengan cara pawai,”ucap Achmad.
Pasalnya, bila merujuk pada Etika Islam, hal tersebut dianggap tak etik, “Dalam Etika Islam tidak pernah kita kenal, ada orang meninggal diperingati dengan pawai, mengganggu kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, ia menyarankan, jika mahasiswa tetap ingin memperingati Amarah, cukuplah dengan menggelar dzikir dan doa bersama seperi dua tahun lalu.



