
Di Makassar sendiri, menurutnya, puncak aksi aksi akhirnya menyasar Kodam VII Wirabuana (Sekarang Kodam XIV Hasanuddin) di Panaikang.
“Ribuan mahasiswa, dari berbagai kampus, masuk dan berdemonstrasi ke dalam kodam dan menuntut penyusutan dan penahanan pelaku penyerbuan,” ucapnya.
Saat itu, gabungan demonstran, diterima pangdam VII Wirabuana kala itu, Agum Gumelar.
“Memperluas skala aksi menjadi skala Nasional, yang bertujuan agar negara mengevaluasi protap penangan aksi mahasiswa. Dan mengubah cara pandang lembaga TNI/Kepolisian,” ucapnya.
Yang selama ini, menurutnya, memandang lembaga pendidikan tinggi sangat rendah.
“Kesimpulan itu dapat dilihat dari cara menangani persoalan yang melibatkan mahasiswa dan kampus,” tutupnya.



