MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kasus sengketa ketenagakerjaan antara PSM Makassar dan para pemainnya berbuntut panjang. Hal ini diketahui setelah manajemen mengaku bakal mengajukan banding.
Informasi itu ditegaskan oleh Chief Executive Official (CEO) PSM Makassar, Munafri Arifuddin. Pria yang akrab disapa Appi itu mengaku tengah mempersiapkan langkah yang bakal ia tempuh di proses banding.
”Tentu kami bakal melakukan banding, tidak mungkin kami membiarkan seperti ini, kami bakal mengupayakan yang terbaik. Ini lagi kami bahas bagaimana model dan bagaimana metodenya,” ujar Appi, dilansir dari laman Tempo.co.
Kasus ini sontak mendapat sorotan banyak pihak, salah satunya adalah Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Bahkan, sekretaris mereka, M. Hardika Aji, mengatakan lebih dari 20 mantan pemain lokal PSM sudah melapor ke APPI.
Rencananya, laporan itu bakal ditindaklanjuti dan diteruskan ke NDRC (National Dispute Resolution Chamber), kemudian akan disidang dan diberi keputusan.
”Tapi, dokumennya belum lengkap. Baru 80 sampai 90 persen yang siap,’’ bebernya, dilansir dari laman Jawapos.
Lebih lanjut Aji mengatakan, pihaknya tidak bisa merincikan besaran tunggakan gaji pemain PSM. Tetapi, diprediksi jumlah total tunggakan gaji pemain PSM menyentuh angka Rp6 miliar.
Mencuatnya kasus ini sendiri berawal dari laporan mantan pemain PSM Makassar, Giancarlo Lopez Rodriguez. Bomber berpaspir Brazil itu mengadukan 6 bulan tunggakkan gajinya ke komisi disiplin FIFA.
Kemudian FIFA menjatuhkan sanksi larangan mendaftarkan pemain PSM Makassar, baik di tingkat nasional maupun internasional dalam tiga periode, atau sampai klub menyelesaikan kewajibannya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih jauh lagi dari pihak PSM Makassar terkait langkah yang bakal mereka tempuh.