MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – PSM Makassar baru saja usai melakoni laga pekan kedua Shopee Liga 1 musim 2020. Di laga ini PSM kembali gagal memenuhi target kemenangan mereka.
Bermain di markas Persita Tangerang, Sport Center Dasana Indah atau Stadion Benteng Taruna, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (6/3/2020) sore.
Di laga ini PSM Makassar ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah, Persita Tangerang, sekaligus memperpanjang rekor buruk mereka di laga tandang, dalam kompetisi Liga 1.
Tercatat terakhir kali PSM Makassar menang laga tandang terjadi pada tahun 2018 yang lalu, saat PSM bertandang ke markas Borneo FC, Stadion Segiri, Kalimantan Timur.
Setelah itu PSM tidak pernah lagi meraih kemenangan di laga tandang hingga akhir musim kompetisi Gojek-Traveloka Liga 1 2018.
Di musim kompetisi Shopee Liga 1 2019, PSM Makassar bahkan tidak sekalipun berhasil meraih kemenangan. Alhasil, PSM yang saat itu ditukangi Darije Kalezic harus puas finish di posisi 12 pada akhir musim.
Memasuki musim baru 2020, PSM Makassar melakukan perombakan besar dengan mengganti pelatih kepala dan jajaran pelatih lainnya.
Saat ini hanya ada coach Bahar yang merupakan wajah lama. Untuk pelatih kepala juga saat ini diisi oleh eks pelatih timnas U-19 Malaysia, Bojan Hodak.
BACA: Ditahan Imbang Tim Promosi, PSM Tetap di Puncak Klasemen Sementara
Selain itu, sejumlah pemain bintang turut angkat kaki musim ini. Hal itu membuat manajemen PSM melakukan perombakan besar-besaran dalam skuat mereka dengan mendatangkan 13 pemain baru.
Hal ini dilakukan tentu dengan tujuan merubah peruntungan dari musim lalu. Musim ini sendiri PSM Makassar menargetkan gelar juara.
Akan tetapi hal itu tampaknya sedikit sulit, meski masih terlalu dini untuk memberikan penilaian. Hal itu tidak lepas dari rekor buruk laga tandang mereka.
Di musim lalu, PSM membuka laga tandang dengan hasil imbang melawan PS Tira Persikabo lewat skor kaca mata. Setelah itu, PSM tidak sekalipun mampu memenangkan laga tandang mereka.
Sejauh ini (sejak tahun 2018) tercatat PSM telah gagal memenangkan laga tandang sebanyak 21 laga secara berturut-turut.
Rekor buruk ini tentu berpeluang besar untuk terpatahkan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga akan terus berlanjut di laga-laga selanjutnya.



