24 C
Makassar
Rabu, Juli 6, 2022
BerandaPolitikFilosofi Laut dan Perahu Dalam Deklarasi ADAMA

Filosofi Laut dan Perahu Dalam Deklarasi ADAMA

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Bakal pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi, telah resmi mendeklarasikan diri sebagai kandidat dalam pertarungan Pilwali Makassar 2020 ini.

Deklarasi ini digelar berbeda dari bakal calon lainnya, dengan memanfaatkan laut dan 200 perahu sampan, serta dua buah kapal Phinisi, turut menghiasi deklarasi ini.

Atraksi unik ini ternyata mengandung makna dan filosofi tersendiri. Menurut keterangan Danny Pomanto, konsep tersebut sengaja diusung untuk menghormati sejarah para pendahulu Makassar.

Seperti diketahui, Nenek moyang orang Bugis-Makassar memang dikenal sebagai pelaut ulung. Selain itu, Makassar juga dikenal sebagai kota pelabuhan dan benteng pertahanan laut yang kuat.

“Konsep ini sengaja kita usung untuk mengenang dan menghormati para pendahulu kita yang terkenal sebagai pelaut ulung,” jelas Danny dalam orasinya, Kamis (3/9/2020) petang.

Lebih lanjut Danny mengatakan, ia memilih Pantai Losari sebagai venue deklarasi untuk mempertegas bahwa dirinya adalah orang yang selalu siap memperhuangkan kota Makassar menjadi lebih baik.

“Kita memilih Pantai Losari sebagai lokasi deklarasi karena kami ingin menegaskan bahwa kita selalu siap membawa Makassar dua kali tambah baik,” tegasnya.

Selain itu, 200 Jolloro (Perahu Sampan) yang diisi para nelayan merupakan simbol kebangkitan warga pesisir yang selama ini dianggap kurang mendapat perhatian.

“Perahu Jolloro sendiri ini menjadi harapan untuk para nelayan agar bisa lebih sehahtera di kepemimpinan Danny-Fatma,” jelas Danny.

Deklarasi ini diawali dengan pelayaran Kapal Phinisi dan Perahu Sampan dari Anjungan Pantai Losari dan berakhir di perairan Makassar Golden Hotel.

BACA JUGA :  Appi Mulai Intens Bergerilya, Warga Antusias Menyambut
spot_img
spot_img

Headline