25 C
Makassar
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaNasionalFPI Didesak Berhenti, HNW: FPI Tidak Pernah Mengajak Tindakan Makar

FPI Didesak Berhenti, HNW: FPI Tidak Pernah Mengajak Tindakan Makar

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Mengenai petisi online yang mendesak izin Front Pembela Islam (FPI) disetop, direspons Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. Ia tak setuju dengan petisi tersebut.

Musababnya, Hidayat menilai tak ada yang salah dengan ormas yang dipimpin Rizieq Shihab tersebut tak pernah berbuat hal-hal negatif macam makar atau separatisme.

Petisi ini dilakukan di situs Change.org dan berisikan ajakan untuk bersama-sama menolak perpanjangan izin ormas tersebut.

“Memang kesalahannya FPI apa? Kesalahan hukumnya kan harus terlihat sangat jelas. FPI tidak pernah mengajak tindakan makar, tidak pernah mengajak tindakan separatisme, tidak pernah mengajak tindakan narkoba, korupsi,” kata Hidayat di Gedung Nusantara III, Jakarta, seperti dikutip CNNIndonesia, Rabu (8/5/2019).

Hidayat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR tersebut menganggap, FPI sebagai ormas selama ini kerap mendukung perbuatan-perbuatan baik seperti pemberantasan narkoba dan korupsi.

Karena itu, Hidayat coba membandingkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Menurutnya, mengapa tidak ada pihak yang mendorong dan membuat petisi pembubaran OPM yang kerap melakukan tindakan-tindakan separatisme.

“Yang jelas membuat huru hara adalah OPM. Kok nggak ada yang bikin petisi bubarkan OPM?” tanya Hidayat.

Hidayat mengaku bukan baru tahun ini petisi setop izin FPI digaungkan. Tahun-tahun sebelumnya pernah terjadi, namun dapat teratasi karena rakyat mengetahui bahwa FPI yang terdepan.

“Kalaupun ada 100 ribu yang menandatangani petisi semacam itu akan ada sejuta lebih yang akan mendukung FPI,” ujar Hidayat, “jadi menurut saya di negara demokrasi, biarlah semuanya berlaku secara demokratis, tapi juga pergunakan akal sehat.”

Diketahui, petisi setop izin FPI di laman Change.org telah ditandatangani lebih dari 100 ribu orang pada Rabu (8/5) pagi. Ira Bisyir selaku pembuat petisi, mengajak masyarakat untuk menolak perpanjangan izin organisasi pimpinan Rizieq Shihab itu.

Pada pukul 09.15 WIB, petisi tersebut sudah ditandatangani sebanyak 111.710 kali.

Petisi berjudul “Stop Ijin FPI” itu dibuat dua hari yang lalu. Ira menggalang petisi tersebut karena menilai FPI sebagai organisasi kelompok radikal.

“Mengingat akan berakhirnya izin organisasi FPI di Indonesia, mari kita bersama-sama menolak perpanjangan izin mereka. Karena organisasi tersebut merupakan kelompok radikal, pendukung kekerasan dan pendukung HTI,” demikian bunyi isi petisi tersebut.

Penulis: Agus Mawan

spot_img

Headline