28 C
Makassar
Senin, Januari 24, 2022
BerandaRagamHebat: Peneliti Telah Menemukan "Penawar" Kelumpuhan

Hebat: Peneliti Telah Menemukan “Penawar” Kelumpuhan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Bagi yang mengalami kelumpuhan, kebanyakan memilih untuk beradaptasi dengan kursi roda atau menerima bantuan dari orang lain hanya demi melakukan aktivitas sehari-hari. Beruntung, suatu model yang bisa memberikan titik terang bagi pengidap kelumpuhan. Penelitian ini berhasil menemukan “obat” yang mampu melakukan total kelumpuhan

Dalam penelitian yang disebut dalam jurnal kedokteran alam dilansir doktersehat, itu adalah sebuah penelitian yang dilakukan dengan peran dan tanggung jawab.

Implan peralatan elektronik ini kemudian dapat digunakan secara nirkabel dengan menggunakan energi listrik. Energi inilah yang kemudian menstimulasi sistim yang dapat menghasilkan proses seperti biasa.

BACA: Serba Kekurangan, Kakek Ini Jalani Usia Tuanya Ditengah Keluarga Lumpuh

Sebagai informasi, partisipan berjenis kelamin Laki-laki ini mengalami gangguan otak permanen akibat kecelakaan mobil. Hanya saja, jaringan neuron di bagian bawah tulang belakangnya yang mungkin masih bekerja.

Salah satu peneliti yang digunakan adalah ahli bedah saraf dari Mayo Clinic bernama Kendal Lee. Menurut Lee, setelah perangkat elektronik ini dinyalakan, peserta dapat melakukan gerakan kecil.

BACA: 14 Tahun Komeng Disekap Lumpuh Layu

Setelah melakukan rehabilitasi dan fisioterapi, pria ini dapat memulai dengan lambat di atas peralatan treadmill . Hanya saja, setelah perangkat ini selesai digunakan, orang-orang ini pun kembali mengirimkan kelumpuhan.

Sebelum penelitian ini, tahun 2011 lalu juga pernah dilakukan penelitian dengan teknik yang serupa, dengan menanamkan implan elektroda pada tulang yang sudah lama dikelumpuhan. Hasilnya adalah, sang pria bisa berdiri dan sedikit bergerak. Hasil penelitian inilah yang kemudian dikembangkan oleh Lee demi membantu penderita kelumpuhan agar bisa kembali bergerak seperti sedia kala.

BACA: Gejala stroke ringan yang harus Anda waspadai

“Kami akan melakukan penelitian lebih mendalam dan memperbaikinya demi mewujudkan teknologi baru yang bisa mengatasi kelumpuhan yang sebelumnya dianggap terlambat,” ungkap Lee.

BACA JUGA :  Jusuf Kalla: Kualitas Guru Adalah Kunci kemajuan Bangsa

Selain kecelakaan yang bisa merusak otak, tulang belakang, atau saraf, beberapa penyakit juga bisa menyebabkan kelumpuhan. Sebagai contoh, penyakit multiple sclerosis juga dapat menghasilkan angka ini.

BACA JUGA

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6