28 C
Makassar
Senin, September 20, 2021
BerandaHealthIdul Adha: Jangan Makan Daging Terlalu Banyak, Bahaya!

Idul Adha: Jangan Makan Daging Terlalu Banyak, Bahaya!

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Hari Raya Idul Adha identik dengan berbagai sajian olahan daging. Pasalnya pada momen ini, umat muslim melakukan ibadah sunnah muakad, yakni berkurban.

Banyak orang yang mengolah daging menjadi sate, rendang, atau semur agar awet dan bisa disimpan dalam waktu yang lama. Mengonsumsi daging memiliki banyak manfaat, terutama dalam hal pembentukan otot, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mencegah anemia.

Namun, memakan daging secara berlebihan juga berdampak buruk untuk kesehatan tubuh. Lantas apa saja dampak buruk dari makan daging secara berlebihan?

BACA JUGA :  NH Akan Bagikan Danging Kurban di Kantor Golkar Sulsel

Dikutip dari laman bustle dalam fimela, berikut ini selengkapnya.

Dehidrasi

Berdasarkan studi dari University of Connecticut menemukan bahwa mengonsumsi makanan tinggi protein dapat menyebabkan ginjal memproduksi urin lebih pekat, yang pada gilirannya menyebabkan dehidrasi.

Jika kamu mengalami dehidrasi, maka hal ini akan mempengaruhi segalanya, mulai dari tingkat energi, kram otot, hingga kulit.

Bau badan

Sebuah studi dari Journal Chemical Senses menemukan bahwa orang yang makan makanan non-daging memiliki bau badan yang dinilai secara signifikan lebih baik, dan kurang intens daripada bau badan pemakan daging.

Sembelit

Makan banyak daging sebagai pengganti karbohidrat dapat menyebabkan sembelit, karena daging tidak mengandung serat.

Oleh karena itu, untuk meringankan sembelit, kurangi asupan daging dan tingkatkan asupan karbohidrat kompleks serta buah dan sayuran.

Sakit kepala

Tidak mengherankan jika daging dapat menyebabkan sakit kepala mengingat terlalu banyak daging dapat menyebabkan dehidrasi.

Selain itu, karbohidrat adalah bahan bakar untuk otak, jadi ketika kita makan banyak daging dan tidak cukup karbohidrat, ini bisa menyebabkan sakit kepala dan fungsi mental yang buruk.

Peningkatan risiko kehilangan penglihatan

Konsumsi daging merah yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko degenerasi makula terkait usia, penyebab nomor satu kebutaan di antara orang Amerika yang lebih tua.

“Alasan di balik hubungan itu adalah bahwa lemak jenuh dalam daging dianggap berbahaya bagi pembuluh darah kecil mata,” kata ahli diet, Julie Upton, MS, RD.

“Beberapa bahan kimia (nitrosamin) di beberapa daging olahan juga dianggap sebagai penyebab kerusakan mata.” lanjut dia

Tulang lemah

Protein dalam jumlah super tinggi dapat meningkatkan kehilangan kalsium melalui urin, yang penting untuk membangun tulang yang kuat.

Hal ini dapat dicegah dengan mengonsumsi kalsium yang cukup untuk sementara waktu, tetapi itu adalah sesuatu yang tidak dipikirkan banyak orang saat mengonsumsi makanan berprotein tinggi.

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.274,1
EUR
16.719,5
JPY
130,2
KRW
12,0
MYR
3.404,7
SGD
10.557,6
- Advertisment -