25 C
Makassar
Kamis, Januari 27, 2022
BerandaTajukIni Cara Efektif Cegah Penularan Infeksi Virus Covid-19

Ini Cara Efektif Cegah Penularan Infeksi Virus Covid-19

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COMSelain mencuci tangan, cara lainnya untuk mencegah COVID-19 adalah menghindari penularan infeksi virus Covid-19, memang terdiri dari berbagai faktor. Selain dari protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19 yakni 3 M (Mencuci tangan, Menggunakan masker, Menjaga jarak), juga ada faktor penting.

Meskipun saat ini sudah ada vaksin, tapi kesadaran personal juga dibutuhkan untuk memutus mata rantai pandemi tersebut. Apalagi, saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) sedang merampungkan tugas masing-masing untuk mengkaji efektivitas, keamanan, efikasi, serta kehalalan vaksin COVID-19.

Dilansir hellosehat.com, beberapa cara efektif mencegah infeksi virus Covid-19, yakni:

  1. Mengurangi kontak dengan orang sakit

Metode ini sangat direkomendasikan mengingat penularan Covid-19 terjadi melalui droplet, yakni percikan cairan tubuh saat pasien batuk, bersin, atau berbicara.

Selain itu, ketika Anda merasa tidak enak badan, cobalah untuk berdiam diri di rumah dan gunakan masker bila Anda terpaksa berkontak dengan orang lain.Pilihlah masker yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Dengan begitu, Anda tidak menularkan infeksi virus kepada orang lain dan tidak tertular penyakit saat tubuh dalam keadaan tidak sehat.

2. Memasak daging dan telur hingga matang

COVID-19 adalah penyakit zoonosis, artinya coronavirus menggunakan hewan sebagai perantara untuk menjangkiti manusia. Virus ini bisa berpindah melalui daging hewan yang tidak dimasak dengan sempurna. Maka dari itu, Anda perlu memperhatikan kematangan daging dan telur agar tidak terinfeksi virus SARS-CoV-2.

Pastikan Anda juga menjaga kebersihan ketika berkunjung ke pasar dan mencegah kontak dengan hewan liar. Sampai saat ini para ahli belum mengetahui dengan pasti bagaimana penularan virus tersebut sehingga disarankan untuk tetap berhati-hati.

3. Menjaga daya tahan tubuh

Sebenarnya, hal yang perlu diperhatikan sebagai salah satu cara mencegah COVID-19 adalah menjaga daya tahan tubuh.

BACA JUGA :  Jokowi Minta Kepala Daerah Sosialisasikan Prokes

Apabila sistem kekebalan tubuh rendah, terutama saat sakit, virus lebih mudah menyerang tubuh, entah itu virus flu maupun SARS-CoV-2.

Menjaga daya tahan tubuh cukup sederhana dan mudah, seperti:

  • rutin berolahraga
  • makan yang bergizi
  • memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral. Jenis vitamin yang Anda perlukan contohnya vitamin A, C, E, serta B kompleks.

Anda pun memerlukan mineral seperti selenium, zinc, dan zat besi. Selenium menjaga kekuatan sel dan mencegah kerusakan DNA. Lalu zinc memicu respons kekebalan tubuh. Selain itu, zat besi membantu penyerapan vitamin C.

Akan tetapi, ada banyak kebiasaan masyarakat Indonesia yang membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Kebiasaan yang paling banyak ditemukan misalnya, banyak orang yang malas beraktivitas di luar ruangan.

Kebiasaan tersebut membuat tubuh jadi jarang terkena sinar matahari yang merupakan sumber utama vitamin D. Kekurangan vitamin D ternyata membuat respon imunitas untuk menyerang virus dan bakteri pun menurun.

Maka itu, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus dan penyakit. Tidak hanya berisiko terhadap COVID-19, tetapi sistem kekebalan yang rendah juga menyebabkan gejala semakin parah.

Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh sangat penting sebagai cara mencegah COVID-19, baik memenuhi asupan nutrisi dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi selama 30 menit.

Pastikan Anda juga menjaga kebersihan ketika berkunjung ke pasar dan mencegah kontak dengan hewan liar. Sampai saat ini para ahli belum mengetahui dengan pasti bagaimana penularan virus tersebut sehingga disarankan untuk tetap berhati-hati.

Sementara itu, dilansir dari situs resmi Satgas Covid-19, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, pentingnya masyarakat mendapatkan vaksinasi  dalam masa pandemi, bertujuan agar terciptanya herd immunity atau kekebalan kelompok. Meskipun vaksinasi memberikan kekebalan secara individu, namun terciptanya herd immunity akan melindungi masyarakat yang tidak memperoleh vaksinasi karena alasan tertentu, terlindungi dari paparan penyakit.

BACA JUGA :  Arkeolog Temukan Kerangka Manusia Purba di Maros

“Oleh karena itu, untuk mencapai kekebalan kelompok atau komunitas ini, prinsip gotong royong merupakan hal yang utama. Kekebalan komunitas dapat dicapai, apabila masyarakat yang sehat dan memenuhi kriteria melakukan vaksinasi. Sehingga dengan jumlah yang memadai, maka akan tercipta herd immunity, sekaligus melindungi kelompok-kelompok yang tidak divaksinasi,” ujarnya.

Masyarakat juga perlu mengetahui beberapa kriteria ideal vaksin yang berkualitas. Diantaranya efikasi dan efektivitas. Kedua aspek ini memiliki peran untuk mengukur manfaat vaksin dalam mengendalikan Covid-19. Wiku menjelaskan secara rinci, aspek pertama ialah efikasi ialah besarnya kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan pada individu di kondisi ideal dan terkontrol.

“Hal ini dapat dilihat dari hasil uji klinis vaksin di laboratorium yang dilakukan kepada populasi dalam jumlah yang terbatas,” ungkapya.

BACA JUGA
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.318,8
EUR
16.268,5
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.401,9
SGD
10.563,6