24 C
Makassar
Senin, November 29, 2021
BerandaHealthJangan Langsung Panik, Begini Cara Meredakan Dyspnea

Jangan Langsung Panik, Begini Cara Meredakan Dyspnea

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Dyspnea adalah istilah medis untuk sesak napas. Ini adalah kondisi yang bisa menyebabkan ketidaknyamanan yang pada beberapa kasus perlu ditangani dengan serius. Sesak napas bisa saja bersifat ringan dan sementara, tetapi ada juga yang serius dan berlangsung lama. Terkadang sulit untuk mendiagnosis dan mengobati dyspnea karena ada banyak penyebab yang berbeda.

Pada orang sehat, masalah pernapasan ini biasanya dapat terjadi akibat aktivitas berlebihan. Namun, dyspnea juga dapat terjadi sebagai akibat menghabiskan waktu di ketinggian atau sebagai gejala dari berbagai kondisi. Jika dispnea terjadi tiba-tiba atau jika gejalanya parah, itu mungkin merupakan tanda kondisi medis yang serius.

Cara Meredakan Dyspnea

Cara meredakan dyspnea sebenarnya akan tergantung pada penyebab masalahnya. Seseorang yang sesak napas karena terlalu banyak bekerja mungkin akan mengalami kelegaan begitu mereka berhenti bekerja dan bersantai.

Dalam kasus yang lebih parah, oksigen tambahan akan dibutuhkan. Mereka yang mengidap asma atau PPOK mungkin memiliki bronkodilator penyelamat inhalasi untuk digunakan bila diperlukan.

Sementara bagi mereka dengan kondisi kronis, seperti COPD, dokter dan perawat akan bekerja dengan pasien untuk membantu mereka bernapas lebih mudah. Ini akan melibatkan pengembangan rencana perawatan yang membantu mencegah episode akut dan memperlambat perkembangan penyakit secara keseluruhan.

Jika dyspnea dikaitkan dengan asma, biasanya merespon dengan baik terhadap obat-obatan, seperti bronkodilator dan steroid. Bila disebabkan oleh infeksi seperti pneumonia bakteri, antibiotik dapat meredakannya. Obat lain, seperti opiat, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan obat anti-kecemasan, juga bisa efektif.

Masalah pernapasan yang berasal dari PPOK dapat membaik dengan Teknik pernapasan khusus, seperti pernapasan bibir dan latihan penguatan otot pernapasan. Kamu dapat belajar bagaimana melakukan ini pada program rehabilitasi paru.

BACA JUGA :  Lima Buah dan Sayur Bisa Bikin Awet Muda

The Dyspnea Lab, sebuah pusat penelitian yang mengkhususkan diri dalam sesak napas, melaporkan bahwa orang-orang menganggap program ini bermanfaat, bahkan jika akar penyebab masalahnya tetap ada. Jika tes menunjukkan rendahnya kadar oksigen dalam darah, oksigen tambahan dapat diberikan. Namun, tidak semua orang dengan sesak napas akan memiliki kadar oksigen darah yang rendah.

Menurut The Dyspnea Lab, banyak orang dengan dyspnea menemukan bahwa aliran lembut udara dingin di sekitar kepala dan wajah membantu memperbaiki gejala mereka.

Sumber: halodoc.com

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.284,0
EUR
16.394,6
JPY
125,3
KRW
12,1
MYR
3.430,4
SGD
10.543,3