Jufri Rahman Harap Usai Pemilu Proyek Jalur KA Tidak Mangkrak

Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian menggelar Focus Group Diacussion (FGD) guna membahas percepatan penyelenggaraan perkeretaapian umum Jalur Makassar-Parepare di Hotel Claro, Rabu (18/7/2018)/ SULSELEKSPRES.COM/ AGUS MAWAN

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian menggelar Focus Group Diacussion (FGD) guna membahas percepatan penyelenggaraan perkeretaapian umum Jalur Makassar-Parepare.

Dalam FGD ini, turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel, Jufri Rahman. Dalam sambutannya, Jufri menyampaikan, setelah pesta demokrasi, proyek ini tidak mangkrak.

“Saya berharap sesudah 2019 tetap lanjut,” ujarnya dihadapan peserta FGD di Ballroom Jasmin, Hotel Claro, Rabu (18/7/2018).

“Kita selalu bersemangat sebelum pesta demokrasi, tapi setelah pesta demokrasi tidak semangat lagi,” imbuhnya.

Selain itu, Ia berharap nantinya, setelah dilantiknya Gubernur Sulsel yang baru, proyek jalur kereta api sepanjang 44 km ini sudah dapat dioperasikan.

“Karena gubernur yang terpilih memasukkan dalam visinya untuk program jalur kereta api,” ucapnya.

Sementara Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Zulmafendi sebelum memaparkan materinya di FGD ini, Ia mengungkapkan jalur kereta api ini akan dioperasikan pada Tahun 2019 mendatang.

“Insyallah pembangunan ini akan selesai. Dalam waktu tidak terlalu lama, insyaallah nanti kalau tahun 2019, kita akan operasikan jalur kereta api sepanjang 125,7 Km,” ujarnya setelah diberikan kesempatan oleh Widianto selaku moderator.

Pihaknya juga telah memiliki anggaran. Untuk saat ini, kata Zulmafendi, agar mengutamakan efisiensi tujuan dari percapatan penyelenggaran, pembangunan jalur kereta api Makassar-Parepare dibagi menjadi 2 segmen.

“Kita selesaikan dulu B-C-D, nanti segmen A akan dhubungkan dengan bandara. Kalau kita gabung A, B, C, dan D nanti tidak akurat. Makanya kita bangun dua segmen,” ringkasnya.