30 C
Makassar
Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaNasionalKekecawaan Menkes Terhadap Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan

Kekecawaan Menkes Terhadap Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengaku kecewa atas kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III.

Terawan mengaku sangat kecewa dengan keputusan BPJS Kesehatan di tangan Direktur Utamanya Fahmi Idris. Bahwa dia sudah berusaha mencegah agar kenaikan iuran tidak dinaikkan sesuai dengan keputusan rapat terakhir yang sudah disepakati dengan DPR pada 12 Desember 2019 lalu.

Terawan mencoba mengirimkan pesan pribadi langsung melalui WhatsApp (WA) kepada pihak BPJS Kesehatan.

“Saya sudah mendapatkan WA dan WA saya teruskan untuk jangan melakukan penaikan dan WA saya japri langsung ke BPJS, jangan menaikan. Karena itu kesepakatan kita waktu rapat dengan DPR,” jelas Terawan dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (23/1/2020).

Terawan pun mengakui dirinya kecewa dan dirinya pasrah apabila memang BPJS Kesehatan tidak mau secara transparan terbuka kepada pihaknya, dan tidak mau menjalankan semua saran-saran yang diberikan olehnya.

“Percuma mengatakan pendapat dan tidak bisa dilaksanakan. Saya tidak punya solusi kalau tidak bisa dilaksanakan, dan saya sedih sekali,” kata Terawan.

Pasalnya, Pengawasan operasional BPJS Kesehatan ada di bawah langsung kendali Presiden Joko Widodo. Kementerian Kesehatan, kata Terawan, tidak memiliki rentang kendali atas semua yang dikerjakan oleh BPJS Kesehatan.

BACA: Rapat Bersama Mitra, Komisi D DPRD Makassar Cari Solusi Tunggakan BPJS

“Memang [Kemenkes] tidak ada rentang kendali. Artinya saya tidak punya rentang kendali untuk memaksa. Kalau tidak ada ya, memang repot sekali sebagai Menkes. Kalau memang saya bikin aturan bagaimana pun dan tidak dijalankan tidak masalah, karena memang itu masalah rentang kendali,” kata Terawan saat melakukan rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR.

BACA JUGA :  Reisa Ingatkan Gerakan Universal Lawan Covid-19

“Anggaran pun memang dilewatkan ke saya, hanya lewat saja. Tapi pertanggungjawaban bagaimana anggaran itu digunakan dan berapa, saya tidak mendapatkan laporan yang baik.”

BACA JUGA
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Headline

IDR - Indonesian Rupiah
USD
14.139,5
EUR
16.445,6
JPY
123,9
KRW
12,0
MYR
3.400,6
SGD
10.508,0