BerandaHealthKenali 9 Bahan Kosmetik Berbahaya bagi Ibu Hamil

Kenali 9 Bahan Kosmetik Berbahaya bagi Ibu Hamil

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Ketika hamil, bunda perlu lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik yang digunakan. Tentunya harus tahu apa saja kandungan atau komposisi kosmetik yang tidak aman untuk kesehatan janin.

Ketika hamil biasanya kulit jadi lebih sensitif, sehingga menimbulkan banyak masalah kulit pada ibu hamil. Beberapa di antaranya seperti kulit kering saat hamil atau munculnya jerawat di wajah.

Dikutip dari DokterSehat, dr. Patricia Aulia (Dermatologist) menjelaskan karena banyaknya masalah kulit pada ibu hamil, tidak jarang ibu hamil ingin melakukan perawatan kulit. Namun, pemilihan produk perawatan kulit ibu hamil tidak boleh sembarangan karena ada bahan atau kandungan tertentu yang berbahaya bagi janin.

Berkenaan dengan itu, berikut ini adalah kandungan dari bahan kosmetik yang berbahaya bagi ibu hamil:

1. Retinol dan semua turunan Vitamin A

Pada umumnya, retinol atau retinoid sering ada di dalam kandungan obat jerawat, skincare anti-aging, dan skincare pencerah kulit. Obat isotretinoin yang sering digunakan untuk jerawat memiliki efek teratogenik dan dapat menyebabkan malformasi janin pada daerah kranio-facial (kepala dan wajah), sistem saraf, dan jantung.

2. Benzoyl Peroxide (BPO)

BPO adalah adalah kandungan antibakterial yang biasanya ada dalam kandungan krim jerawat. Selain itu, senyawa BPO juga sering ditambahkan pada sabun pembersih/facial cleanser. Kadar BPO yang terlalu tinggi tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

3. Salicylic Acid (BHA)

Salicylic acid adalah bahan yang biasa digunakan untuk merangsang pengelupasan kulit dan membersihkan pori-pori yang tersumbat, sehingga dapat mencegah jerawat.

BACA: 3 Cara Mengetahui Ciri Kosmetik Abal-abal

Sayangnya, kandungan Salicylic Acid dengan konsentrasi tinggi bisa menjadi bahan kosmetik yang berbahaya bagi ibu hamil, khususnya janin. Bahan ini biasanya terdapat pada obat jerawat dan sering digunakan untuk treatment chemical peeling di klinik-klinik kecantikan. Oleh karena itu, jangan lupa memberitahu dokter/terapis kecantikan jika sedang hamil.

4. Chemical Sunscreen

Tidak semua kandungan Sunscreen atau tabir surya sama. Sunscreen yang mengandung proteksi kimia (chemical sunscreen), yaitu Oxybenxone dan Avobenzone tidak disarankan untuk ibu hamil.

5. Hidroquinone (HQ)

Senyawa Hidroquinone sering terkandung dalam produk pencerah wajah. Bahan ini biasanya digunakan untuk masalah pigmentasi kulit seperti flek, melasma, dan bekas jerawat.

BACA: Awas salah, Kenali 10 Cara Cuci Muka yang Benar

Perlu diperhatikan bahwa senyawa Hidroquinone tergolong bahan kosmetik yang berbahaya bagi ibu hamil. Menurut penelitian, HQ yang dioleskan pada kulit dapat diserap sebanyak 45% dan disebarkan ke seluruh tubuh. Jadi, sebaiknya dihentikan pemakaiannya selama hamil dan menyusui.

6. Merkuri

Sama seperti HQ, senyawa Merkuri sering ditemukan pada kandungan skincare pemutih yang instan yang tentunya juga berbahaya untuk pertumbuhan janin. Anda juga harus berhati-hati saat memilih produk pemutih instan yang tidak menyebutkan kandungan bahan aktifnya, ya!

7. Botox/Filler

Biasanya dokter akan me-retouch treatment Botox setiap 6-8 bulan sekali karena efek Botox akan mulai menghilang setelah 6 bulan. Jadi jangan lupa beritahu dokter bahwa anda sedang hamil agar penggunaan botox dapat ditunda selama masa kehamilan.

8. Paraben

Paraben adalah bahan pengawet yang biasanya ditambahkan pada produk make up atau skincare. Penggunaan Paraben harus dihindari selama hamil dan menyusui karena tergolong bahan kosmetik yang berbahaya bagi ibu hamil.

9. Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

Senyawa Sodium Lauryl Sulfate biasanya terdapat pada sabun mandi/sabun pembersih wajah untuk membuat busa jadi lebih banyak. Sayangnya, SLS tidak dianjurkan untuk ibu hamil. Pilihlah sabun untuk kulit sensitif terutama yang hipoalergenik.