25 C
Makassar
Selasa, Januari 19, 2021
Beranda Nasional Larangan Kunjungan WNA ke Indonesia Diperpanjang,Kecuali Pejabat Setingkat Menteri

Larangan Kunjungan WNA ke Indonesia Diperpanjang,Kecuali Pejabat Setingkat Menteri

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memperpanjang waktu larangan kunjungan bagi Warga Negara Asing (WNA) ke tanah air.

Larangan tersebut awalnya mulai verlaku sejak tanggal (1/1/2021) sampai pada tanggal (14/1/2021) mendatang. Tetapi, berhubung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang, secara otomatis pembatasan bagi WNA juga diperpanjang hingga (25/1/2021).

Akibat dari perpanjangan ini, secara otomatis semua wilayah harus tetap siaga untuk mengantisipasi terjadinya kunjungan warga asing ke Indonesia, termasuk daerah Sulawesi Selatan.

Menurut keterangan Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Selatan, Dodi Karnida, perpanjangan ini dilakukan setelah ada surat edaran baru dari pihak Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Republik Indonesia.

“Setelah saya konfirmasi Kasubbag Humas Dirjen Imigrasi, saat ini sedang disiapkan Surat Edaran (SE) yang tentu berbeda dengan SE sebelumnya. Karena perpanjangan ini terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai (11-25/1/2021),” buka Dodi.

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi mengeluarkan surat edaran nomor IMI-2034.GR.01.01 Tahun 2020, Tentang Penutupan Sementara Masuknya Orang Asing ke Wilayah Indonesia.

Surat edaran Dirjen Imigrasi ini merujuk kepada SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Dengan adanya kebijakan terbaru ini, artinya WNA masih dilarang memasuki wilayah Indonesia baik melalui Bandara, Pelabuhan, atau perbatasan darat, kecuali pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat Menteri ke atas.”

“Selain utu, juga untuk pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, serta awak alat angkut yang masuk dengan alat angkutnya,” lanjut Dodi kepadaSulselekspres.com, Selasa (12/1/2021).

Aturan ini juga secara otomatis berlaku untuk Bandara Sultan Hasanuddin, yang jalur regular internasionalnya tidak dioperasikan sejak awal Maret 2020 lalu. Dengan begitu, menurut Dodi, petugas imigrasi pun kegiatannya dialihkan untuk kegiatan yang lain.

Dodi juga mengatakan, sepanjang tahun 2021 ini belum ada WNA yang berkunjung ke Indonesia. Sejauh ini, WNA yang masuk ke Bandara Sultan Hasanuddin hanya touris yang melakukan teansit saja.

“Belum ada WNA yang masuk ke Sulsel di tahun 2021 ini, karena jalur internasional Bandara Sulhas belum dioperasikan kembali. Kemudian tidak ada juga WNA yang masuk Indonesia tahun 2021 dan kemudian masuk ke Sulawesi Selatan.”

“Menurut laporan petugas imigrasi di Bandara Sulhas, biasanya WNA yang datang atau berangkat dari Bandara Sulhas hanya para turis yang transit. Misalnya sekitar 10 orang turis Eropa dari Raja Ampat di Papua Barat pada tanggal (8/1/2021), transit menuju Bali,” tutupnya.

Dengan begitu, jika petugas imigrasi yang berjaga menemui WNA yang masuk, tentu akan diperiksa dan diklarifikasi kepada pihak imigrasi pemberi izin.

Selain itu, pihak Dirjen Imigrasi juga sudah menjalin komunikasi yang baikdengan negara kolega terkait kebihakan pembatasan tersebut.

- Advertisement -
PenulisWidyawan

Headline