27 C
Makassar
Selasa, Agustus 9, 2022
BerandaOlahragaLorenzo dan Johan Zarco Dikritik Habis-habisan Oleh Timnya

Lorenzo dan Johan Zarco Dikritik Habis-habisan Oleh Timnya

- Advertisement -

SULSRLEKSPRES.COM – Moto GP Jerez, kota Valencia, Spanyol, bisa dikatakan sebagai seri balap paling berkesan bagi beberapa rider, khususnya pembalap lokal. Sebab tiga nama pembalap tuan rumah berhasil finish di tiga besar.

Hal itu tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi Spanyol. Sebab dari negeri Matador akan lahir pembalao-pembalap kelas dunia yang akan semakin mengokohkan dominasi mereka di kancah dunia olah raga.

Akan tetapi, beberapa pembalap justru merasakan nasib sebaliknya. Mereka banyak yang tampil kurang meyakinkan bahkan sejak awal race musim 2019 digelar.

Beberapa rider ada yang mendapat kritikan dari pihak manajemen akibat perfirma mereka yang menurun. Nama Jorge Lorenzo dan Johann Zarco mendapat semprotan dari pihak manajemen.

Jorge Lorenzo beberapa waktu lalu, tepatnya pasca seri balap Jerez, Valencia, Spanyol, kena sentil manajer tim Honda, Alberto Puig, karena tidak kunjung bangkit dari keterpurukan.

Sementara beberapa waktu lalu, rider KTM, Johann Zarco, juga mendapatkan hal yang sama. Zarco dikritik habis-habisan oleh CEO Tim KTM, Stefan Pierer, seperti dikabarkan Bola.com.

Bagaimana tidak, pembalap yang musim lalu tampil fenomenal ini baru mengumpulkan tujuh poin dari empat seri balap terakhir. Pembalap asal Prancus itu kini terpuruk di posisi ke-18 klasemen sementara MotoGP.

Bos KTM tersebut tampaknya kurang puas dengan hasil yang ditorehkan mantan rider Yamaha ini. Piere bahkan menyebut Zarco punya masalah psikologis karena baru berpisah dengan agen yang telah lama menemaninya, Laurent Fellon.

“Performa Johann tidak dapat diterima. Dia punya masalah, tetapi itu adalah masalah psikologisnya sendiri,” kata Pierer, Kamis (9/5/2019).

“Baru-baru ini dia berpisah dengan agen yang telah lama menemaninya (Laurent Fellon), pria yang menempatkannya di tempatnya saat ini,” tambahnya.

Pierer juga menyindir Johann Zarco dengan mengatakan KTM tidak seperti motor Yamaha yang memiliki empat silinder.

“Selain itu, ia harus menerima bahwa motor kami bukan Yamaha, dengan empat silinder segaris (berlawanan dengan konfigurasi mesin V4 KTM),” ujar Pierer.

Zarco diboyong dari Yamaha ke KTM pada akhir 2018 karena diyakini bisa membuat KTM semakin kompetitif di MotoGP. Namun sejauh ini, Zarco masih terseok-seok

“Kami merekrut Johann Zarco untuk alasan itu. Dia seharusnya duduk di atas motor dan memberi tahu kami kebenaran yang terjadi. Kami ingin terus meningkatkan performa motor,” ujar Bierer.

Penulis : Widyawan Setiadi

 

spot_img

Headline