25 C
Makassar
Sabtu, Oktober 1, 2022
BerandaEkbisMahasiswa KKN UKI Paulus Perkenalkan Kain Tenun Balusu Lewat Pemasaran Digital

Mahasiswa KKN UKI Paulus Perkenalkan Kain Tenun Balusu Lewat Pemasaran Digital

- Advertisement -

TORUT, SULSELEKSPRES.COM – Sudah sebulan lamanya, Mahasiswa UKI Paulus menggelar kegiatan Kuliah kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Kelurahan Balusu, Kecamatan Balusu, Kab Toraja Utara.

KKN bertema Ekonomi Kerakyatan dan Enterpreneurship Toraja Utara berhasil menyita perhatian. Pasalnya, tenunan karya masyarakat Balusu, menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa KKN-T UKI Paulus.

Koordinator Mahasiswa KKN UKI Paulus di Balusu menjelaskan bahwa setelag melalui observasi dan konsultasi dengan tokoh masyarakat, pemerintah dan dosen pembimbing, telah di sepakati bersama bahwa produk unggulan lokal adalah kain tenun Kelurahan Balusu.

BACA JUGA :  Dua Surat Telah di Layangkan Ombudsman untuk UKI Paulus

“Mengawali langkah strategis pertama, kami melakukan eksplorasi dan studi terkait produksi kain tenun yang ada di kelurahan balusu ini” Ungkap Fery sebagai kordinator kelurahan pada saat di konfirmasi media via WhatsApp, Senin (8/8/2022).

Kain tenun Kelurahan Balusu, kata Fery merupakan salah satu dari banyaknya ikonik yang ada di Toraja Utara.

Meski demikian, kata Fery karena adanya persaingan pasar, sehingga kain tenun Balusu sudah jarang dikenali.

BACA JUGA :  Soal Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Bendungan Paselloreng, Begini Kata Pengamat

Selain daripada problem persaingan pasar, kebutuhan bahan baku tenun yang juga minim di kota Rantepao, sehingga masyarakat kadang mendatangkan bahan dari kota Makassar.

Sementara itu, Erik selaku koordinator produk, menjelaskan, agar masyarakat luar Toraja juga mengetahui bahwa kain tenun yang ada di Kelurahan Balusu juga tidak kalah hebat dengan kain tenun di luar Toraja, perlu dilakukannya upaya perubahan strategi pemasaran.

“Jadi strategi pemasaran yang kami lakukan ialah menggunakan marketplace shopee, Tokopedia, Fanpage dan Instagram, serta penggunaan branding packaging” Tambah Erik.

BACA JUGA :  Ketua LL Dikti Tak Tahu Soal Biaya Wisuda yang “Mencekik” di UKI Paulus

Program UMKM naik kelas merupakan salah satu program pemerintah agar produk UMKM memiliki kemasan brand dan memiliki daya tarik tersendiri bagi para konsumen.

“Berangkat program pemerintah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan UMKM naik kelas seharusnya berangkat dari desa, dusun atau kelurahan,”pungkasnya.

spot_img

Headline