31 C
Makassar
Rabu, Agustus 10, 2022
BerandaHeadlineMahfud MD Sebut Reuni 212 Bukan Ukuran Keimanan

Mahfud MD Sebut Reuni 212 Bukan Ukuran Keimanan

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK), Mahfud MD menegaskan kalau hadir di reuni 212 bukan ukuran tingkat keimanan seseorang.

Pernyataan Mahfud ini bermula dari  nitizen yang mempertanyakan alasan Mahfud MD tak hadir dalam reuni 212 tersebut.

Dia mengaku tak pernah diundang untuk hadir. Namun meskipun diundang dia menyebut tidak akan hadir.

“Saya tidak pernah diundang. Mungkin mereka tahu, itu bukan habitat saya. Mereka itu kan teman2 saya juga, jadi mereka tahu bhw saya bukan alumni 212. Mestinya jalau reuni, yang datang ya alumninya. Kalau bkn alumni ikutan datang, bs dituding sbg penyusup,” kata Mahfud dilansir dari media sosialnya (2/12/2018).

“Intinya, bukan soal NU atau bukan. Juga bukan soal cenderung mendukung siapa. Sejak dulu saya memang agak malas berjubel dgn massa yang besar. Saya lebih suka berkumpul di forum terbatas spt seminar atau kuliah,” katanya lagi.

Baca Juga:

Reuni 212, Rocky Gerung: Hari Unik, Ada Kegembiraan Ada Kedunguan

Reuni 212 Disoal, Rocky Gerung Bicara Soal Kebebasan Lampaui Netralitas

HRS Serukan Ganti Presiden, Bawaslu Sebut Tidak Ada Kampanye Direuni 212

Mantan Ketua tim Prabowo-Hatta di Pilpres 2014 lalu ini kemudian menyebut kalau hadir direuni bukan berarti memiliki keimanan lebih tinggi.

“Hadir ke Reuni 212 bukan ukuran keimanan. Sy yakin banyak yg tdk hadir di sana imannya lebih kuat dan lbh lbh paham urusan agama daripada umumnya yg hadir. Sebaliknya banyak jg yg hadir di sana imannya tak lbh kuat. Jadi tak bisa digebyah-uyah sesederhana itu. 212 bkn soal iman,” kata dia.

Dia menambahkan, Reuni tersebut memang sudah seharusnya tidak dikaitkan dengan keimanan.

BACA JUGA :  Reuni 212 Angkat Habieb Rizieq Imam besar Umat Indonesia

“Terserah Anda saja. Coba baca, saya hanya menjawab Sukman yang mengaitkan iman dgn kehadiran di Reuni 212. Mau hadir arau tidak, tak usah dikaitkan dgn iman. Mau hadir ya saja, boleh. Mau tak hadir juga boleh. Ini soal demokrasi, tak boleh ada yg memaksa atau melarang,” pungkasnya.

(*)

spot_img

Headline