23 C
Makassar
Selasa, April 20, 2021
BerandaDaerahPemkab Bone Komitmen Lestarikan Cagar Budaya

Pemkab Bone Komitmen Lestarikan Cagar Budaya

- Advertisement -

BONE, SULSELEKSPRES.COM – Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Promal Pawi melakukan kunjungan ke Kecamatan Cenrana. Jumat (13/09/2019) kemarin.

Informasi dihimpun sulselekspres.com dalam kunjungan itu untuk melihat langsung kegiatan tim kajian pelestarian Benteng Cenrana.

BACA: Iqbal Suhaeb Tinjau Kebun Warga di Kawasan “Peduli Inflasi”

Kunjungan Kadis Kebudayaan ini didampingi oleh tim kajian survei dan observasi dari Tim BPCB Sulsel.

Situs Timuange merupakan lokasi ditemukannya struktur pintu gerbang Benteng Cenrana. Selain itu, mereka pun mengunjungi Makam We Tenriwale’ I Da Ugi bergelar Mappolo Bombang, yang merupakan Ibunda dari La Patau Matanna Tikka (Raja Bone ke XVI).

BACA: Kenang Mendiang Habibie, Dinas DAMKAR Makassar Terbangkan 250 Pesawat Kertas 

Kepala Dinas Kebudayaan Andi Promal Pawi, mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Bone memiliki komitmen kuat dalam setiap upaya pelestarian cagar budaya, termasuk di Benteng Cenrana.

Sementara itu, Dr. Muhlis Hadrawi seorang ahli Filologi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menjelaskan berdasarkan kajian naskah lontara Mappolo Bombang ini merupakan saudara dari Arung Palakka, Raja Bone ke XV.

Pada kesempatan itu, usai melakukan  observasi di lapangan, Kepala Dinas Kebudayaan, sempat berdiskusi bersama tim kajian yakni di basecamp tim di rumah Juru Pelihara Situs Cenrana.

Pada sesi diskusi ini, Adriani, selaku Kepala Seksi Pelestarian Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, menyerahkan hasil sementara kajian kepada Kepala Dinas Kebudayaan.

“Temuan arkeologi baik berupa makam kuno maupun sisa struktur benteng, menjadikan kawasan Benteng Cenrana memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan dan kebudayaan, sehingga perlu dilestarikan dan dilindungi keberadaannya sebagai cagar budaya,”ungkap Adriani.

Ditempat yang sama, salah seorang Arkeolog dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Yadi Mulyadi, menyampaikan bahwa dari kajian tipologi nisan ini termasuk nisan Aceh tipe C.

“Hal yang menarik dari makam ini, yaitu bentuk nisannya yang secara tipologi dikatagorikan sebagai Nisan Aceh,”terangnya.

Lanjut, Yadi menambahkan, mengacu pada aspek bentuk, ciri teknologi dan material nisan, ada indikasi nisan ini dibuat di Aceh. Dengan demikian nisan ini dipesan langsung dari Aceh untuk dipergunakan di makam ini.

“Diharapkan hasil kajian ini nantinya dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Bone, di akhir kunjungannya,”harapnya.

- Advertisment -

Headline