31 C
Makassar
Jumat, April 23, 2021
BerandaDaerahPemkab Gowa Tandatangani Empat MoU Terkait Program Peternakan

Pemkab Gowa Tandatangani Empat MoU Terkait Program Peternakan

- Advertisement -

GOWA, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Pertanian terkait pengembangan sapi perah di Kabupaten Gowa.

Pengembangan sapi perah di Kabupaten Gowa itu juga turut melibatkan Universitas Hasanuddin, dan PT Chimory Indonesia. Unhas nantinya akan mendukung pengembangan itu dengan menyiapkan ahli sekaligus menjadikan program itu tempat mahasiswa menimba ilmu.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan kerjasama ini berkat komunikasi Pemkab Gowa dengan Kementerian Pertanian RI yang mendorong beberapa pihak untuk berinvestasi di Kabupaten Gowa.

“Ditengah pandemi ini kita dituntut untuk terus melakukan inovasi dan berkarya untuk daerah kita, dan Alhamdulillah hari ini kita melakukan penandatangan MoU dimana semua ini berkat bantuan Menteri Pertanian RI yang tidak pernah melupakan Kabupaten Gowa,” ungkapnya, Senin, 1 Maret 2021.

Terkait bentuk kerjasama yang dilakukan khusus Cimory, Pemkab Gowa mempersiapkan lahan dan akan mendapatkan benefit yang bermuara pada peningkatan PAD Pemkab Gowa.

“Kita permudah investasinya, misalnya kita yang siapkan lahan dan dalam investasi yang dilakukan pasatinya akan ada benefit yang diberikan kepada Pemda, inilah yang masuk pada PAD, jadi investasinya boleh full atau sharing yang jelas ada keuntungan tang diberikan kepada kabupaten,” jelas orang nomor satu di Gowa itu.

Sementara, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mengatakan Indonesia memiliki lahan dalam berbagai dimensi sehingga pertanian dan peternakan pada setiap provinsi memiliki akses untuk dioptimalisasi.

Selain itu SYL melihat, Pemkab Gowa dibawah kepemimpinan Adnan-Kio ingin lokomotif yang bisa dibackup oleh Unhas agar menjadikan budidaya peternakan itu multiefek dan skala ekonomi.

“Hari ini kami menyaksikam langsung penandatanganan MoU antara Ditjen Peternakan Kementan RI, PT Cimory, PT Berdikari Persero dan Unhas. Hasil penandatangan ini kita ingin bukan hanya budidayanya tapi kita masuk pada mekanisasi dan menindustrikan yang ada hingga siap dalam pemasarannya,” bebernya.

Olehnya melalui hal tersebut, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini ingin melihat lima hingga enam bulan kedepan akan ada hasil nyata khususnya dalam industri susu, apalagi menurutnya Indonesia masih butuh susu besar dan penggunaan susu yang masih terbatas, sehingga impor susu menjadi bagian yang harus disiapkan.

“Diharapkan dalam waktu lima bulan sudah ada hasil nyata yang bisa kita capai dari super prioritas program peternakan ini dan menghasilkan sapi perah yang bermuara pada industri susu, karena itu dengan cara ini kita mampu menjadi bagian yang berkontribusi kuat untuk kemandirian pangan dan peternakan,” harapnya.

PenulisM. Syawal
- Advertisment -

Headline